Nasional

KLH Hitung Kerugian Negara Imbas Karhutla Capai Rp5,30 Triliun, 19 Perusahaan Diperiksa

×

KLH Hitung Kerugian Negara Imbas Karhutla Capai Rp5,30 Triliun, 19 Perusahaan Diperiksa

Sebarkan artikel ini


Selasa, 1 September 2026 – 03:30 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) terus memproses perusahaan-perusahaan yang diduga menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Sedikitnya 19 perusahaan telah dimintai pertanggungjawaban akibat pelanggaran yang mereka lakukan.


img_title


Kebakaran di Lereng Gunung Semeru Meluas Capai 600 Hektare, BPBD Ingatkan Warga Hal Ini

“Periode 2023 sampai 2025, perkara yang belum selesai total ada 32 perkara, dengan potensi kerugian lingkungan hidup sebesar Rp5,30 triliun,” ujar Deputi Penegakan Hukum KLH/BPLH Irjen Pol Rizal Irawan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Rizal mengatakan, penegakan hukum terhadap kasus karhutla dilakukan melalui tiga jalur, yakni sanksi administratif, sengketa lingkungan hidup atau gugatan perdata, dan pidana.


img_title


Titik Api di Kalimantan Bertambah, BNPB: Jarak Pandang Kurang dari 1 Km

“Perkara pidana akan ditangani oleh penyidik dari Polri, mulai dari tingkat Polda, Polres, maupun Mabes Polri,” ungkapnya.

Sejak Januari hingga saat ini, Rizal menyebutkan, KLH/BPLH telah mengambil tindakan pengawasan terhadap 19 perusahaan yang tersebar di tujuh provinsi. Tindakan tersebut antara lain berupa pemasangan plang pengawasan, penyegelan, serta tindakan lain yang dilakukan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH).


img_title


Helikopter Bantuan dari Jepang untuk Padamkan Karhutla Tiba 10 September 2026

Dari 19 perusahaan tersebut, tujuh berada di Kalimantan Barat dengan total area terbakar mencapai 2.260,08 hektare. Selain itu, empat perusahaan berada di Sumatera Selatan dengan total area terbakar 772,72 hektare.

Di Kalimantan Selatan, terdapat tiga perusahaan dengan total area terbakar mencapai 6.595,15 hektare, luasan terbesar dibandingkan wilayah lain yang disebutkan KLH/BPLH.

Selanjutnya, dua perusahaan berada di Kalimantan Tengah dengan total area terbakar 99,40 hektare, salah satunya memiliki area terbakar sekitar lima hektare. Sementara itu, di Lampung terdapat satu perusahaan dengan area terbakar seluas 202,73 hektare, dan di Riau satu perusahaan tercatat memiliki area terbakar sekitar 7,10 hektare.

Secara keseluruhan, 19 perusahaan tersebut tersebar di provinsi-provinsi di Sumatera dan Kalimantan dengan total area terbakar mencapai sekitar 11.046,69 hektare.

Upaya pemadaman Karhutla di Kalimantan Barat.

Karhutla Mengancam Kalimantan, Majelis Adat Dayak Minta Warga Gelar Ritual dan Doa Minta Hujan

Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) mengambil langkah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan.

img_title

VIVA.co.id

31 Agustus 2026





Source link