Sabtu, 3 Oktober 2026 – 15:05 WIB
VIVA – Mantan wasit FIFA asal Malaysia, Subkhiddin Mohd Salleh, memberikan tanggapannya terkait kontroversi perubahan durasi waktu tambahan (injury time) pada laga sengit antara Timnas Indonesia dan Bangladesh di ajang FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10/2026).
Subkhiddin menilai lonjakan durasi dari dua menit menjadi tujuh menit tersebut harus melewati tahap verifikasi secara matang terlebih dahulu sebelum dipublikasikan demi menghindari kebingungan publik.
Momen perubahan durasi tambahan waktu tersebut menjadi sorotan tajam setelah papan petunjuk yang dibawa wasit keempat semula memperlihatkan angka dua menit, namun mendadak berubah menjadi tujuh menit.
Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny di FIFA ASEAN Cup 2026
Skuad Garuda memanfaatkan masa injury time tujuh menit tersebut untuk mencetak dua gol krusial di pengujung laga, sehingga menyegel kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Hasil tersebut sekaligus membawa Indonesia mengungguli produktivitas gol Malaysia untuk mengamankan tiket ke partai final.
Subkhiddin menerangkan bahwa kalkulasi masa perpanjangan dibuat berdasarkan akumulasi waktu yang terbuang sepanjang babak kedua, mencakup insiden cedera, pergantian pemain, selebrasi gol, hingga proses peninjauan Video Assistant Referee (VAR). Oleh karena itu, penyelarasan keputusan antara wasit utama, wasit keempat, dan petugas VAR dinilainya sangat krusial agar tidak memicu kebingungan di lapangan.
“Sebelum wasit keempat menandakan waktu tambahan dua menit, ia seharusnya sudah menerima konfirmasi dari wasit utama dan masukan dari petugas VAR mengenai berapa lama waktu yang digunakan untuk tinjauan, penundaan, dan sebagainya,” kata Subkhiddin dikutip dari Berita Harian, Sabtu (3/10/2026).
“Petugas VAR kemudian akan memberi tahu wasit keempat dan mendapatkan konfirmasi dari wasit,” lanjutnya.
Mengenai dugaan kesalahan di lapangan, Subkhiddin menegaskan tidak bisa serta-merta menyalahkan wasit keempat yang bertugas. Menurutnya, ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman atau miskomunikasi antarperangkat pertandingan saat proses konfirmasi berlangsung, atau sang pengadil lapangan menyadari adanya koreksi teknis secara mendadak dari tim VAR.
“Mungkin saja setelah dia menampilkan dua menit, wasit kemudian menyadari adanya kesalahan teknis. Mungkin VAR sudah memberi tahu wasit bahwa itu adalah kesalahan teknis; seharusnya tujuh, bukan dua. Itu mungkin saja terjadi. Mungkin ada kesalahan komunikasi, mungkin VAR menyampaikan sesuatu, tapi terjadi kesalahpahaman di antara mereka,” pungkasnya.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia Vs Thailand, John Herdman: Anthony Hudson Tahu Cara Main Saya
John Herdman bersiap menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menyebut Anthony Hudson memahami gaya mainnya dan menutup rapat taktik Indonesia.
VIVA.co.id
3 Oktober 2026






