Senin, 10 Agustus 2026 – 07:03 WIB
VIVA – Jika membahas terkait siapa wasit yang kerap menjadi sorotan dalam kepemimpinannya di lapangan, maka nama pertama yang muncul adalah Iwan Sukoco.
Iwan Sukoco dikenal sudah cukup lama menjadi wasit di liga Indonesia. Sejak akhir dekade 2000-an, sang pengadil sudah cukup sering bertugas di lapangan.
Gelar wasit terbaik sampai kepercayaan untuk memimpin sejumlah pertandingan besar dengan tensi tinggi pernah diemban oleh pengadil asal Malang tersebut.
Kendati demikian, sejumlah keputusan dari Iwan Sukoco tak jarang juga menuai kontroversi. Ia dianggap kurang begitu kompeten oleh beberapa pihak.
Bahkan tak jarang, dari pelatih tim yang bertanding pernah menyebut Iwan Sukoco sebagai wasit yang tak paham sepak bola hingga wasit mafia.
Kini memasuki era Super League, kiprah Iwan Sukoco di lapangan tak lagi terdengar. Namanya perlahan sirna oleh wasit-wasit muda yang dikenal tegas.
Kurang lebih tiga musim terakhir, Iwan Sukoco tak lagi memimpin pertandingan Super League. Lantas, bagaimana kabar sang wasit sekarang?
Rekam Jejak Iwan Sukoco
Lahir di Malang, Jawa Timur pada 22 November 1977, Iwan Sukoco mengawali karier perwasitan di penghujung dekade 2000-an, tepatnya 2009.
Awalnya, Iwan Sukoco memimpin beberapa laga Divisi Utama. Lama-kelamaan, ia promosi ke tingkat yang lebih tinggi lagi, mulai dari Piala Indonesia sampai ISL.
Dengan jam terbang yang cukup tinggi, Iwan Sukoco pernah menyabet penghargaan wasit terbaik ISL musim 2013/2014 menurut panelis yang terdiri dari komite media PSSI.
Walau begitu, kapasitas Iwan Sukoco sebagai wasit mulai dipertanyakan para pemerhati sepak bola. Berbagai keputusannya justru memancing kontroversi.
Pelatih Persisam Samarinda Sartono Anwar pada 2013 lalu pernah mengungkapkan bahwa Iwan Sukoco layaknya wasit mafia lantaran kepemimpinannya di lapangan.
Bukan cuma itu, pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy pada 2018 silam mengatakan jika wasit Iwan Sukoco tidak paham dengan sepak bola.
Lebih jauh, Iwan Sukoco juga masih memegang rekor sebagai wasit yang paling banyak keluarkan kartu merah di Piala Jenderal Sudirman 2015.
Adapun klub-klub seperti Persib Bandung, Bali United, Sriwijaya FC, hingga PSM Makassar pernah mengungkapkan keberatan terhadap Iwan Sukoco.
Halaman Selanjutnya
Lama Tak Bertugas di Super League






