Minggu, 1 November 2026 – 16:49 WIB
Jakarta, VIVA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi peserta didik, tetapi juga memberikan dorongan bagi siswa untuk lebih rajin datang ke sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan ketersediaan makanan sehat di sekolah menjadi salah satu faktor yang meningkatkan antusiasme anak untuk mengikuti kegiatan belajar.
Hal itu merujuk pada sejumlah penelitian mengenai hubungan program makanan bergizi di sekolah dengan tingkat kehadiran siswa. Menurut Mu’ti, sebagian anak semakin bersemangat berangkat ke sekolah karena menantikan makanan bergizi yang disediakan melalui program tersebut.
“Ada banyak penelitian Pak (Sudaryono), kaitan antara MBG dengan tingkat kehadiran anak di sekolah. Jadi banyak anak yang berangkat ke sekolah itu karena akan makan sehat bergizi,” kata Abdul Mu’ti, dikutip Minggu (1/11/26).
Mu’ti bahkan mengibaratkan antusiasme siswa tersebut seperti masyarakat yang datang ke masjid karena adanya kegiatan Jumat Berkah. Bedanya, penyediaan makanan bergizi bagi siswa berlangsung setiap hari aktif sekolah.
“Itu saya kira mirip dengan banyak hadir ke masjid karena ada Jumat Berkah, kira-kira begitu. Tapi ini tiap hari, tidak setiap hari Jumat,” katanya.
Selain mendorong kehadiran siswa, pemerintah juga menjadikan MBG sebagai sarana membentuk karakter peserta didik sejak dini. Melalui kebiasaan makan bersama, anak-anak diperkenalkan dengan nilai kedisiplinan, kebersihan, dan ketertiban.
“Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana makan bergizi gratis ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antri, bagaimana mereka membiasakan hidup bersih,” ujar Abdul Mu’ti.
Untuk memastikan program tersebut tepat sasaran, Kemendikdasmen juga mengintegrasikan data penerima MBG dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dengan begitu, penerima manfaat dipastikan merupakan peserta didik yang tercatat secara resmi dalam sistem pendidikan.
“Kemudian kerja sama pendataan yang selama ini sudah terintegrasi dengan Dapodik, dipastikan bahwa semua yang menerima adalah murid-murid yang memang resmi terdata dalam sistem kami dan memang terus kita sempurnakan,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Dukungan terhadap pelaksanaan program ini juga datang dari Kepala BGN, Sudaryono. Dia mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen dalam menyiapkan kebutuhan teknis di lingkungan sekolah.






