Selasa, 25 Agustus 2026 – 07:58 WIB
Kalimantan Tengah, VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Patrice Rio Capella mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Presiden harus memberi sanksi tegas kepada pelaku karhutla.
Rio menilai, karhutla telah menjadi penyakit tahunan, yang kerap terjadi pada periode Agustus hingga Oktober. Karenanya, harap dia, hal tersebut dapat diantisipasi lebih awal.
“Hampir setiap tahun terjadi karhutla, tinggal besar atau kecil. Harusnya, itu bisa diantisipasi oleh Pemerintah Daerah, masyarakat, maupun Pemerintah Pusat,” ujarnya usai memimpin Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura tingkat DPC se-Provinsi Kalimantan Tengah di Hotel M Bahalap, Palangkaraya, Senin, 24 Agustus 2026.
Karhutla di Kawasan Nabire, Papua Tengah
Sebagai informasi, Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura turut dihadiri Sekretaris Tim Task Force Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki, dua anggota Task Force Yossie Indra Pramana dan Ratna Ester Lumban Tobing. Kegaiatan tersebut juga dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Kalimantan Tengah (Kalteng) Heriadi, serta jajaran pengurus DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura se-Provinsi Kalteng.
Ketua Tim Task Force DPP Hanura itu mengaku prihatin karhutla di Indonesia, kerap berdampak terhadap negara tetangga. Bahkan, asap karhutla menyebabkan sejumlah sekolah di Malaysia diliburkan.
“Selain menjadi isu nasional, sebanyak 15 sekolah di Malaysia diliburkan karena asap karhutla. Menurut saya, ketika hal ini terus terjadi, ini bisa menggambarkan wajah Indonesia di luar negeri,” jelasnya.
Sebab itu, Rio meminta, Pemerintah melakukan langkah pencegahan lebih serius agar karhutla tak lagi menjadi persoalan tahunan. Dia juga meminta masyarakat turut menjaga lingkungan, serta tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kalau penyebabnya berasal dari pengusaha hutan, Presiden harus memberikan sanksi keras terhadap para pelaku karhutla. Kalau mereka melakukan itu dan terbukti untuk kepentingan korporasi, mereka pantas diberi tindakan tegas,” cetusnya.
Lebih lanjut, Rio menengarai sejumlah faktor yang memicu karhutla. Mulai dari kondisi kemarau hingga pembakaran yang dilakukan secara sengaja untuk membuka atau membersihkan lahan.
Halaman Selanjutnya
“Kalau itu terjadi dan Pemerintah menemukan pelaku pembakaran, kami mendukung Presiden Prabowo mengambil tindakan tegas terhadap pelaku karhutla yang merugikan negeri ini, merugikan bangsa ini, dan merugikan masyarakat Kalimantan,” ucapnya.






