Sabtu, 31 Oktober 2026 – 11:03 WIB
Jakarta, VIVA – Industri sepeda motor di Indonesia masih memiliki peluang untuk menjaga pertumbuhan penjualan, meskipun tingkat kepemilikan kendaraan roda dua di masyarakat sudah cukup tinggi. Salah satu strategi yang menjadi andalan adalah membidik konsumen yang ingin mengganti sepeda motor lamanya.
Pasalnya, pasar sepeda motor tidak hanya bergantung pada pembeli baru atau konsumen yang baru pertama kali memiliki kendaraan. Ada pula kelompok konsumen yang secara berkala melakukan penggantian kendaraan setelah digunakan selama beberapa tahun.
Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Yosef Utama, menjelaskan bahwa siklus pergantian sepeda motor di Indonesia diperkirakan berada di kisaran empat hingga lima tahun.
“Cycle gantinya itu sekitar 4 sampai 5 tahun orang berganti motor,” ujar Yosef di Jakarta.
Menurutnya, potensi pasar sepeda motor perlu dilihat dari dua sisi, yakni konsumen yang melakukan penggantian kendaraan atau replacement market serta pembeli pertama atau first entry.
Selain siklus pergantian kendaraan, pertumbuhan populasi penduduk juga menjadi faktor yang membuka peluang bagi industri sepeda motor. Semakin banyak masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, semakin besar pula potensi munculnya konsumen baru.
“Jadi dua segmen ini, replacement, utamanya replacement, dan juga new entrance itu yang kita bidik,” katanya.
Untuk menjaga minat kedua kelompok tersebut, setiap merek dituntut menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas konsumen. Persaingan tidak hanya berlangsung dari sisi harga, tetapi juga teknologi, fitur, efisiensi, dan pilihan model.
“Selalu menyajikan motor-motor yang menarik dan atraktif, yang diminati dan sesuai dengan kebutuhan, solusi mobilitas konsumen. Dari tiap-tiap brand ini berlomba-lomba untuk menyajikan itu,” kata Yosef.
Strategi tersebut juga mencakup pengembangan berbagai jenis teknologi penggerak. Industri sepeda motor masih mengandalkan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE), sembari mengembangkan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Keduanya dinilai memiliki segmen konsumen masing-masing dan dapat saling melengkapi dalam menyediakan solusi mobilitas.
Untuk motor bermesin bensin, pengembangan diarahkan pada peningkatan efisiensi bahan bakar. Selain itu, penggunaan bahan bakar alternatif seperti campuran etanol juga berpotensi menjadi bagian dari teknologi masa depan.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, motor listrik masih membutuhkan sejumlah pengembangan agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain performa, jarak tempuh, waktu pengisian baterai, hingga ketahanan baterai dalam jangka panjang.






