Nasional

Orang-orang Munafik Banyak di Sana

×

Orang-orang Munafik Banyak di Sana

Sebarkan artikel ini


Minggu, 18 Oktober 2026 – 05:00 WIB

Jakarta, VIVA – Rocky Gerung yang merupakan pengamat politik tersohor sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ingin sapu bersih istana dari para koruptor. Ia akui bahwa niatnya itu sedikit berlebihan.


img_title


Pesan Titiek Soeharto untuk Prabowo yang Ultah ke-75: Selamat Ulang Tahun Mas Bowo

“Saya ingin lakukan itu, sedikit (berlebihan). Orang-orang munafik banyak di sana, basa-basi atas dasar feodalisme, enggak ada itu, kalua korupsi itu mesti disebut, lu koruptor,” tegas Rocky Gerung seperti dikutip dari tayangan Kompas TV pada Minggu (17/10/2026).

“Kalau maling karena kebutuhan dasar, kalau koruptor artinya orang yang tidak tahu diri, uda punya jabatan, enggak ada kekurangan uang, masih nyolong uang negara. Itu mesti jadi headline benar-benar,” sambungnya megaskan.


img_title


KPK Bakal Surati Panglima TNI soal Kasus Korupsi Dana BNPB, Peran Suharyanto Sudah Dipaparkan ke Puspom

Masih lanjut ia menuturkan sarang, bahwa hal tersebut bukan sekadar jadi healin di KPK.

“Seperti, berani jujur berarti hebat, nggak hebat itu jujur. Guru pun pasti jujur, jurnalis pasti jujur, pembuka agama pasti jujur, dosen pasti jujur, enggak ada hebat-hebatnya,” ucapnya.


img_title


Nusron Wahid Ternyata Alasan ke Malaysia saat Mau Diperiksa KPK, Penyidik: Apakah Patut dan Wajar?

Menurut dia, di istana mesti menyebutkan ‘Ini Sarang Koruptor’

“(ada pengakuan?) haruslah,” katanya.

Kemudian saat ditanya terkait Presiden Prabowo mengaku adanya kebocoran anggaran dan uang negara dibawa lari, dan pada persamaan ada juga cabinet gemuk hingga soal dasar etis.

Rocky Gerung jelaskan, bahwa kemungkinan hal itu adalah sebuah pemborosan, tetapi kalau orang-orang yang diletak bersih, pasti tidak ada Namanya korupsi.

“Kan trade-trade off begitu, mau dibuat simple tetapi isinya koruptor, atau dibikin agak gede, tetapi isinya orang yang terpercaya itu dan mungkin juga belum juga sempurna, 2 tahun ini, itu perjanjian politik membatalkan keinginan presiden unruk mengatur sendiri,” jelasnya.

“Etikanya ini kan perjanjian. Kalau Menteri partai G diganti, maka harus diganti dari partai G juga,” lanjutnya.

Saat ini, kata Rocky Gerung, problem efesiensi itu diperlebar. Di mana efisiensi di dalam menjaga konsentrasi politik tetapi boros secara anggaran.

“Ya sudah, itu pasti terjadi konsekuensinya kan. Tapi yang penting tidak ada korupsi di situ, itu dulu. Kan yang diomelin publik adalah koruptor. Nah, makin lama publik mengaitkan, berarti nambah orang kabinet, koruptor juga tuh, bukan lain lagi itu,” jelas Rocky Gerung.

Halaman Selanjutnya

“Rekrutmen, oh ini tantara, yang ini kalangan yang ia kenal itu, ya enggak ada suplai dari luar, bagaimana coba, putar-putar, orang-orangnya itu juga, masalahnya di situ,” katanya.

Halaman Selanjutnya





Source link