Kamis, 20 Agustus 2026 – 12:33 WIB
Jakarta, VIVA – Polisi mengungkap fakta di balik kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar berinisial DK (18) setelah tertemper Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan Semanan Tembok Bolong, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Semanan Tembok Bolong arah Selatan, dekat perlintasan kereta api Semanan Tembok Bolong, Kalideres.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, mengatakan korban mengalami luka parah di bagian kepala akibat kecelakaan tersebut. DK dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Pengendara sepeda motor berinisial DK merupakan pelajar mengalami luka pada bagian kepala dan meninggal dunia di TKP. Jenazah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang,” ujar Joko kepada wartawan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Motor Korban Tertemper KRL dari Samping
Joko menjelaskan, kecelakaan bermula ketika korban mengendarai sepeda motor dari Jalan Semanan Tembok Bolong. Saat itu, korban bergerak dari arah utara menuju selatan.
Sesampainya di sekitar perlintasan kereta api Semanan Tembok Bolong, motor yang dikendarai DK tertemper oleh kereta yang melintas.
“Setibanya di dekat Perlintasan Kereta Api Semanan Tembok Bolong Wilayah Kalideres Jakarta Barat, bertabrakan/tertemper dengan Kereta Api/KRL jurusan Tangerang yang melaju dari samping kirinya, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas, berakibat korban meninggal dunia di TKP,” jelas Joko.
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala hingga meninggal dunia di tempat.
KAI Commuter Sebut Korban Melintas di Perlintasan Tak Resmi
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan kecelakaan tersebut turut berdampak pada perjalanan Commuter Line Tangerang.
Menurut Leza, sepeda motor korban tertemper Commuter Line No. 1914 relasi Duri-Tangerang ketika melintas di perlintasan yang tidak resmi.
“Keterlambatan Commuter Line Tangerang terjadi karena Commuter Line No.1914 relasi Duri – Tangerang tertemper sepeda motor di perlintasan tidak resmi. Kejadian ini juga menyebabkan rusaknya pada bagian depan KRL,” kata Leza.
Insiden tersebut tidak hanya menyebabkan korban meninggal dunia, tetapi juga membuat bagian depan rangkaian KRL mengalami kerusakan.
Halaman Selanjutnya
KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi






