Jumat, 19 Juni 2026 – 20:00 WIB
Washington, VIVA – Departemen Perang AS atau Pentagon telah meminta Kongres AS untuk mengalokasikan dana tambahan sebesar 80 miliar dolar AS (sekitar Rp1,42 kuadriliun) guna menutupi biaya terkait operasi di Iran serta biaya-biaya lainnya.
Kabar itu dilaporkan Wall Street Journal dengan mengutip pihak-pihak yang mengetahui pembahasan tersebut.
Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg menyampaikan kebutuhan finansial militer tersebut dalam percakapan telepon dengan anggota Kongres AS pekan ini, menurut laporan pemberitaan yang terbit pada Kamis malam itu.
Selain itu, pimpinan Pentagon memperingatkan bahwa mereka mungkin akan kehabisan dana operasional pada musim panas ini jika Kongres gagal mengesahkan rancangan undang-undang belanja militer yang baru, tambah surat kabar tersebut.
Anggaran Pentagon untuk tahun fiskal 2026 saat ini adalah mencapai sekitar 1 triliun dolar AS.
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang mengakibatkan kerusakan dan jatuhnya korban sipil.
Kemudian pada malam menjelang tanggal 18 Juni, Iran dan AS menandatangani sebuah memorandum secara jarak jauh yang mengatur pengakhiran konflik militer tersebut.
Memorandum tersebut juga menetapkan jadwal bagi AS untuk mencabut blokade lautnya dan bagi Iran untuk memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz. (Ant)
Wapres AS Semprot Netanyahu Usai Iran-AS Berdamai: Pertahanan Israel Dibiayai Pajak Rakyat Amerika!
Wakil presiden Amerika Serikat, JD Vance menyampaikan kritik keras terhadap pihak-pihak di Israel yang menentang kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
VIVA.co.id
19 Juni 2026






