Nasional

Pernyataan Karhutla Tak Parah Bikin Geram, Ini Rekam Jejak Muhidin Gubernur Kalimantan Selatan

×

Pernyataan Karhutla Tak Parah Bikin Geram, Ini Rekam Jejak Muhidin Gubernur Kalimantan Selatan

Sebarkan artikel ini


Kamis, 15 Oktober 2026 – 03:32 WIB

Kalimantan, VIVA – Nama Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai kritik publik. Saat meninjau lokasi kebakaran, Muhidin menyebut kondisi yang dilihatnya tidak parah. Pernyataan itu memantik reaksi karena masyarakat di sejumlah wilayah masih mengeluhkan dampak kebakaran dan asap.


img_title


Pejabat Bilang Karhutla Kalimantan Aman, Jerome Polin Naik Pitam: Udah Nirempati, Inkompeten!

“Kita meninjau bersama-sama ternyata tidak parah. Heli pun tidak ada hari ini. Biasanya kalau parah heli itu ada menyiram, ini tidak ada. Artinya tidak parah,” ujarnya.

Setelah pernyataannya menuai kecaman, Muhidin menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kalimantan Selatan. Ia mengakui pemerintah daerah belum mampu menjangkau seluruh wilayah terdampak karena keterbatasan personel dan armada untuk membantu penanganan karhutla.


img_title


Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Belum Pastikan Kaitannya dengan Karhutla atau Bencana Lain

“Jadi kami mohon maaf kepada netizen, kita tidak bisa membantu seluruh Kalsel,” ujar Muhidin kepada wartawan, dikutip Senin (12/10/2026).

Polemik tersebut membuat sosok Muhidin ikut menjadi perhatian. Sebelum menduduki kursi gubernur, ia telah menempuh perjalanan panjang di dunia politik, mulai dari anggota legislatif hingga memimpin Kota Banjarmasin. Ia juga memiliki latar belakang sebagai guru olahraga dan pengusaha.


img_title


Langit Palangka Raya Berubah Kuning akibat Karhutla, Penampakannya Bak di Dunia Lain

Profil Muhidin, dari Guru Olahraga hingga Gubernur

Muhidin lahir di Binuang, Kabupaten Tapin, pada 6 Mei 1958. Kariernya tidak langsung dimulai dari jabatan kepala daerah. Ia terlebih dahulu bekerja sebagai guru olahraga sekolah dasar pada 1981 hingga 2004, sebelum terjun ke dunia politik.

Langkah politik Muhidin dimulai dengan menjadi anggota DPRD Kabupaten Tapin pada 2004-2009. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di DPRD Kalimantan Selatan pada 2009-2010.

Namanya semakin dikenal setelah memenangkan Pilkada Banjarmasin 2010 bersama Irwan Anshari. Kemenangan tersebut mengantarkannya menjadi Wali Kota Banjarmasin untuk periode 2010-2015.

Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai wali kota, Muhidin mencoba peruntungan dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan 2015. Saat itu, ia berpasangan dengan Gusti Farid, tetapi belum berhasil mengalahkan pasangan Sahbirin Noor-Rudy Resnawan.

Muhidin kembali mengikuti kontestasi politik pada Pilkada Kalimantan Selatan 2020. Kali ini, ia berpasangan dengan Sahbirin Noor dan berhasil memenangkan pemilihan. Keduanya kemudian memimpin Kalimantan Selatan, dengan Muhidin menjabat sebagai wakil gubernur pada periode 2021-2024.

Halaman Selanjutnya

Perjalanan politiknya berlanjut pada Pilkada 2024. Muhidin kembali maju sebagai calon gubernur, berpasangan dengan Hasnuryadi Sulaiman. Kemenangan pasangan tersebut mengantarkan Muhidin ke kursi Gubernur Kalimantan Selatan untuk periode 2025-2030. Ia resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025.

Halaman Selanjutnya





Source link