Nasional

Petasan Dinyalakan 1 Jam hingga Dini Hari Saat Maulid di Jaksel Hingga Diprotes Warga, Polisi Turun Tangan

×

Petasan Dinyalakan 1 Jam hingga Dini Hari Saat Maulid di Jaksel Hingga Diprotes Warga, Polisi Turun Tangan

Sebarkan artikel ini


Senin, 5 Oktober 2026 – 20:42 WIB

Jakarta, VIVA – Perayaan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, berujung keluhan warga. Petasan dan kembang api disebut dinyalakan berulang kali hingga sekitar satu jam dan baru berhenti sekitar pukul 01.00 WIB.


img_title


Duel di Parkiran Berakhir Maut, Pria 57 Tahun di Jakbar Tiba-tiba Tewas Tanpa Luka

Polisi bersama pihak kelurahan kini turun tangan mengusut kejadian tersebut. Sejumlah pihak yang berkaitan dengan acara juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Kebayoran Lama, Komisaris Polisi Seala Syah Alam mengatakan persoalan tersebut sudah ditindaklanjuti pihak kelurahan.


img_title


Konser Orchestra Experience di ICE BSD Batal Mendadak, Polisi Selidiki Dugaan Penipuan

“Sudah monitor, ini pihak-pihak sudah dipanggil ke kantor kelurahan,” kata Seala kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10/26).

Lurah Pondok Pinang Dina Roslina menjelaskan, kegiatan tersebut awalnya merupakan acara pengajian sekaligus haul keluarga yang digelar oleh warga.


img_title


ABK Diduga Diinjak Hingga Dipukuli, 19 Kru KM Maulana 23 Terancam Jadi Tersangka

Masalah muncul ketika rangkaian acara berakhir dan penyelenggara menyalakan kembang api serta petasan. Suara ledakan yang berlangsung berulang kali kemudian mengganggu ketenteraman warga sekitar.

Persoalan semakin menjadi sorotan lantaran pemasangan petasan dan kembang api tersebut disebut tidak mengantongi izin dari kepolisian.

“Informasi dari para pihak penyelenggara ya bahwa mereka ini telah berkoordinasi dengan RT/RW setempat gitu ya, dengan Babinsa setempat. Namun memang secara resminya belum diteruskan kepada pihak kepolisian,” ucap Dina.

Kejadian tersebut kemudian viral di media sosial setelah sejumlah warga mengeluhkan suara ledakan petasan yang berlangsung hingga dini hari.

Suara petasan yang berulang kali meledak membuat waktu istirahat warga terganggu. Bahkan, sejumlah anak disebut terbangun dan menangis akibat suara ledakan tersebut.

Salah satu warga juga mengaku keberatan karena suara petasan berdampak terhadap anaknya yang berkebutuhan khusus.

Keluhan warga akhirnya memuncak ketika seorang ibu mendatangi pihak penyelenggara dan memprotes penggunaan petasan dalam acara tersebut.

Kini, kepolisian bersama pihak kelurahan masih mendalami persoalan tersebut, termasuk koordinasi penyelenggara dengan lingkungan setempat serta penggunaan petasan dan kembang api dalam kegiatan tersebut. (Ant)

Ilustrasi penculikan anak

Diculik Wanita Misterius, 2 Bocah Ditemukan Terpisah dalam Kondisi Syok

Polisi terus memburu wanita yang diduga menculik dua bocah perempuan kakak beradik sekaligus merampas kalung emas mereka di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

img_title

VIVA.co.id

5 Oktober 2026





Source link