Selasa, 16 Juni 2026 – 04:40 WIB
Jakarta, VIVA – Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah tampaknya masih jauh dari kata selesai. Setelah sempat menjadi perhatian publik karena polemik nafkah anak dan hak bertemu buah hati, kini isu hak asuh anak kembali mencuat dan berpotensi memasuki babak hukum yang lebih serius.
Ruben Onsu dan kedua putrinya, Thania dan Thalia
Photo :
- Kolase VIVA/Instagram @ruben_onsu
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Ruben Onsu tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk mengajukan gugatan hak asuh anak. Langkah tersebut disebut sebagai upaya yang diambil setelah berbagai persoalan terkait komunikasi dan pertemuannya dengan anak-anak belum menemukan titik terang.
Gugatan Hak Asuh Mulai Dipersiapkan
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang mempersiapkan berbagai dokumen yang diperlukan untuk mengajukan gugatan hak asuh ke pengadilan.
Menurutnya, Ruben telah memberikan persetujuan kepada tim hukum untuk melanjutkan proses tersebut apabila seluruh persyaratan administrasi telah lengkap. Langkah ini disebut sebagai opsi yang mulai dipertimbangkan secara serius setelah berbagai upaya sebelumnya belum menghasilkan perubahan yang diharapkan.
“Ini sesuatu lampu kuning sebenarnya untuk Ruben Onsu agar segera melakukan upaya untuk memperjuangkan hak asuh anaknya yang hari ini ada di tangan S,” ujar Minola.
Persoalan Hak Bertemu Anak Jadi Pemicu
Salah satu alasan utama yang disebut mendorong Ruben mengambil langkah hukum adalah persoalan akses bertemu anak-anaknya.
Pihak Ruben menilai kesepakatan yang pernah dibuat pasca-perceraian memberikan hak kepada Ruben untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak dalam periode tertentu. Namun menurut tim kuasa hukum, pelaksanaan kesepakatan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Karena itu, isu hak asuh kembali menjadi pembahasan serius, terutama jika Ruben merasa haknya sebagai ayah tidak dapat dijalankan secara optimal.
Lingkungan Anak
Selain persoalan pertemuan, kubu Ruben juga menyoroti lingkungan tempat anak-anak saat ini tumbuh dan berkembang.
Minola Sebayang menyampaikan kekhawatiran bahwa kondisi lingkungan sekitar anak dapat memengaruhi perkembangan emosional maupun psikologis mereka. Beberapa peristiwa yang muncul di ruang publik disebut menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi kemungkinan gugatan hak asuh.
Pihak Ruben menilai anak-anak membutuhkan lingkungan yang sehat, kondusif, dan jauh dari konflik berkepanjangan agar proses tumbuh kembang mereka tidak terganggu.
Halaman Selanjutnya
Hak Asuh Bisa Berubah?






