Kamis, 15 Oktober 2026 – 17:22 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui bantuan dari negara asing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Saat ini, pembahasan bantuan tersebut telah memasuki tahap teknis yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Arrmanatha mengatakan, persetujuan Presiden menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah menangani karhutla. Pembahasan mengenai bantuan dari negara tetangga kini berlanjut pada tingkat teknis untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya, dan juga ini sudah dalam proses pembahasan di level teknis, ya. Jadi, ini kan level teknisnya adalah BNPB,” ujar Arrmanatha saat ditemui usai rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Kamis, 15 Oktober 2026.
Meski demikian, Arrmanatha belum mengungkapkan negara mana saja yang menawarkan bantuan kepada Indonesia. Dia juga tidak merinci bentuk bantuan yang akan diberikan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran di sejumlah daerah.
Prabowo Beri Perhatian Serius terhadap Karhutla
Arrmanatha menegaskan, penanganan karhutla menjadi perhatian serius Presiden Prabowo. Menurut dia, kepala negara telah memberikan instruksi dan arahan yang tegas kepada jajaran terkait untuk menangani kebakaran yang masih berlangsung.
“Perlu kami tegaskan adalah ini sesuatu yang sangat serius menjadi perhatian Bapak Presiden langsung. Dan seperti yang kita ketahui bersama, instruksi dan arahan sudah sangat tegas dari Bapak Presiden,” kata dia.
Pemerintah, lanjut Arrmanatha, telah mengerahkan sekitar 60.000 personel untuk menangani karhutla di enam provinsi. Pengerahan personel tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan kebakaran yang membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Selain mengerahkan personel, pemerintah juga menggunakan berbagai aset untuk mendukung pemadaman. Upaya tersebut mencakup pengerahan helikopter dan pesawat untuk melakukan pemadaman melalui metode pengeboman air atau water bombing.
Pemerintah juga melakukan rekayasa cuaca sebagai bagian dari langkah penanganan karhutla. Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengendalikan kebakaran yang terjadi di wilayah terdampak.
Namun, Arrmanatha mengakui penanganan karhutla tidak terlepas dari sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi pemerintah adalah faktor cuaca yang memengaruhi upaya pemadaman.
Halaman Selanjutnya
“Namun, kembali lagi bahwa ini tantangannya sangat besar terutama dari aspek cuaca,” ucap dia.






