Nasional

Sebelum Kena OTT KPK, Bupati Muara Enim Edison Hadiri Acara Pencegahan Korupsi

×

Sebelum Kena OTT KPK, Bupati Muara Enim Edison Hadiri Acara Pencegahan Korupsi

Sebarkan artikel ini


Selasa, 9 Juni 2026 – 06:44 WIB

Jakarta, VIVA – Bupati Muara Enim Edison sempat menghadiri acara pencegahan korupsi sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lima hari sebelum terjaring operasi tangkap tangan (OTT).


img_title


Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Kasus Korupsi yang Ditangani KPK

Hal tersebut diketahui berdasarkan unggahan media sosial instagram resmi @humaspimpinan_muaraenim. Acara pencegahan korupsi itu digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama KPK di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Palembang, Kamis, 4 Juni 2026.

Dalam unggahan itu, Edison disebut mendukung langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat pencegahan korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa.


img_title


OTT Bupati Muara Enim, KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah

“Bupati mengimbau seluruh aparatur Pemkab Muara Enim untuk selalu proaktif memahami regulasi, menjaga transparansi, menghindari mark-up, serta menolak keras pekerjaan fiktif demi tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tulis akun @humaspimpinan_muaraenim, seperti dilihat pada Selasa, 9 Juni 2026.

Tak lama berselang, Edison justru terjaring OTT KPK lima hari setelah menghadiri kegiatan pencegahan korupsi tersebut.


img_title


Bupati Muara Enim Edison Diduga Terima Suap dari Swasta

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Muara Enim, Edison terlibat transaksi suap. Ia dan anak buahnya diduga menerima suap dari pihak swasta.

“Terkait dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dari pihak swasta,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin, 8 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa KPK menangkap 10 orang di Jakarta dan Sumatera Selatan (Sumsel). Salah satu pihak yang dibekuk adalah Edison. 

“Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati.
Kemudian lima orang lainnya dari pihak swasta,” kata Budi. 

Meski demikian, Budi belum mengungkap konstruksi perkara dan barang bukti yang disita tim satgas dalam OTT kali ini. Budi menyebut tim satgas saat ini masih bekerja di lapangan. 

“Tim masih di lapangan, kami akan update kembali perkembangannya,” katanya. 

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Bupati Muara Enim dan para pihak lain dibekuk dalam OTT.

Ilustrasi Gedung KPK

KPK Bilang Sebenarnya Sedang Usut Dugaan Korupsi MBG, tapi Keduluan Kejagung

KPK menyatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan dugaan korupsi terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) pada saat Kejagung mengumumkan menahan mantan pimpinan BGN.

img_title

VIVA.co.id

9 Juni 2026





Source link