Senin, 7 September 2026 – 00:15 WIB
Bogor, VIVA – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat memutuskan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari, Senin 7 September dan Selasa 8 September, dengan mempertimbangkan kondisi terkini dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah kembali mencermati perkembangan kondisi di wilayah Kabupaten Bogor.
“Melihat kondisi terkini, di Kabupaten Bogor akan menerapkan PJJ Senin dan Selasa,” kata Ajat.
Ia menyebutkan Pemerintah Kabupaten Bogor sedang menyiapkan surat edaran (SE) sebagai dasar pelaksanaan kebijakan PJJ tersebut.
Keputusan itu merupakan perkembangan terbaru dari langkah antisipasi Pemkab Bogor setelah sebelumnya pemerintah daerah masih merencanakan kegiatan sekolah berjalan normal pada Senin.
Ajat sebelumnya mengatakan PJJ menjadi salah satu opsi apabila paparan abu vulkanik terus berlangsung atau kondisi kembali memburuk.
“Kecuali kalau memang debu itu berkelanjutan. Kalau lihat situasinya berkelanjutan, debu datang terus-terusan, maka mungkin opsi itu (WFH/PJJ) akan dipilih,” ujarnya.
Pemkab Bogor juga menginstruksikan pembersihan sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas kesehatan, serta perkantoran yang terdampak abu.
Berdasarkan laporan sementara yang diterima Ajat, dampak abu vulkanik terasa mulai dari wilayah Bogor bagian barat hingga Cibinong meski endapannya tidak terlalu tebal.
Pemkab Bogor mengerahkan unit pemadam kebakaran (damkar) di sejumlah wilayah untuk melakukan penyemprotan dan membersihkan abu yang mengendap.
Penyemprotan dilakukan serentak oleh unit damkar mulai dari wilayah Bogor Barat, Cibinong hingga Bogor Timur sebagai upaya mengurangi paparan debu di fasilitas dan ruang publik.
Pemkab Bogor juga mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan menghindari kontak langsung dengan abu vulkanik.
Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai wilayah Bogor berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui analisis RGB Citra Satelit Himawari-9 pada Minggu 6 September pukul 05.00 WIB. (Ant)
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Prabowo Minta Masyarakat Tetap Tenang
Presiden Prabowo Subianto mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan Selat Sunda tetap tenang menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau.
VIVA.co.id
7 September 2026






