Kamis, 24 September 2026 – 15:36 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pihaknya memastikan akan mengganti seluruh peralatan komunikasi yang ada dalam KRI Sriwijaya-100.
Hal tersebut dilakukan karena sampai saat ini peralatan komunikasi yang terpasang di KRI masih menggunakan versi North Atlantic Treaty Organization (NATO).
“Peralatan komunikasi yang punya Italia itu kan versi NATO. Mereka (Nato) tidak akan memberikan itu (alat komunikasi) kepada yang lain selain NATO, maka kita menggunakan versi kita sendiri,” kata Ali saat jumpa pers usai mengikuti upacara pemberian nama dan pengibaran bendera di Deck KRI Sriwijaya-100, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.
Ali tidak merinci teknologi komunikasi apa saja yang akan dipasang di dalam kapal induk tersebut. Dia hanya menjelaskan proses pergantian teknologi itu memakan waktu yang tidak terlalu lama.
“Butuh waktu mungkin empat bulan atau lima bulan sudah bisa operasional,” kata Ali.
Setelah proses pergantian teknologi selesai, barulah TNI AL siap untuk mengerahkan KRI Sriwijaya-100 dalam misi apapun sesuai perintah pimpinan.
Kapal induk yang diperkuat oleh 400 awak kapal TNI AL ini baru saja berganti nama dari ITS Giuseppe Garibaldi ke KRI Sriwijaya-100.
Setelah kapal induk ini sudah resmi diterima pemerintah Indonesia, TNI AL selaku pihak operator siap menerjunkan KRI Sriwijaya-100 dalam misi apapun, salah satunya penanggulangan bencana. (Ant)
KSAL Ungkap Makna di Balik Nama KRI Sriwijaya untuk Kapal Induk Pertama RI
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan alasan kapal induk pertama TNI diberi nama KRI Sriwijaya-100 saat peresmian
VIVA.co.id
24 September 2026






