Nasional

Tips Memilih Klinik Kecantikan yang Aman Tanpa Terjebak FOMO

×

Tips Memilih Klinik Kecantikan yang Aman Tanpa Terjebak FOMO

Sebarkan artikel ini


Sabtu, 10 Oktober 2026 – 23:21 WIB

Jakarta, VIVA – Popularitas perawatan estetika membuat masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk merawat kulit dan penampilan. Namun, banyaknya tren treatment yang beredar di media sosial juga bisa membuat seseorang terburu-buru mencoba prosedur tertentu tanpa memahami apakah perawatan tersebut benar-benar dibutuhkan.


img_title


Teknologi Kecantikan Terus Berkembang, Ini Cara Inovasi Digital Mengubah Rutinitas Perawatan Wajah

Padahal, kulit setiap orang memiliki karakteristik dan permasalahan yang berbeda. Treatment yang memberikan hasil memuaskan bagi seseorang belum tentu cocok untuk orang lain. Karena itu, memahami kondisi kulit dan berkonsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum memutuskan menjalani prosedur kecantikan.

Masyarakat diimbau agar tidak menjadikan tren sebagai satu-satunya alasan untuk mencoba perawatan. Keputusan melakukan treatment sebaiknya didasarkan pada kebutuhan individual, bukan sekadar mengikuti apa yang sedang populer.


img_title


Bukan Cuma Makeup, Ini Tren Kecantikan 2026 yang Mulai Banyak Dilirik

1. Jangan Terburu-buru Mengikuti Tren Kecantikan

FOMO atau fear of missing out dapat membuat seseorang merasa harus mencoba treatment yang sedang ramai dibicarakan agar tidak ketinggalan tren. Padahal, keputusan terkait perawatan wajah sebaiknya tidak dibuat hanya karena melihat hasil orang lain di media sosial.


img_title


Industri Produk Kecantikan Lokal Mulai Berkomitmen Usung Isu Kepedulian Lingkungan ke Konsumennya

“Yang pertama jangan terburu-buru dulu. Biasanya kan kita tahu trennya apa, terus biasanya kita langsung ngikutin. Nah, pokoknya jangan terburu-buru dulu,” ujar Dr. Clarissa Nathasia, Dokter Estetika di MyClinic saat pembukaan cabang terbaru di Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu (10/10/26). 

Sebelum menentukan pilihan, calon pasien perlu memahami tujuan perawatan yang diinginkan, risiko yang mungkin muncul, serta apakah prosedur tersebut sesuai dengan kondisi kulitnya.

2. Manfaatkan Konsultasi dengan Dokter

Konsultasi bukan sekadar tahap awal sebelum menjalani treatment. Pada tahap ini, dokter dapat membantu mengidentifikasi masalah kulit sekaligus menjelaskan pilihan penanganan yang relevan.

Dokter Clarissa menekankan bahwa dua orang dengan keluhan serupa belum tentu membutuhkan prosedur yang sama.

“Karena bisa aja dua pasien datang dengan concern yang sama, tetapi outcome-nya, tindakan treatment yang kita lakukan itu bisa berbeda setiapnya,” jelasnya.

Kondisi kulit kering, berminyak, atau kombinasi, misalnya, memerlukan pertimbangan yang berbeda. Warna kulit, riwayat permasalahan kulit, gaya hidup, dan tujuan pasien juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, jangan ragu bertanya tentang manfaat, risiko, efek samping, waktu pemulihan, serta alternatif perawatan sebelum menyetujui suatu tindakan.

Halaman Selanjutnya





Source link