
loading…
Meski Teheran bersiap hadapi invasi abru AS, Presiden Rusia Vladimir Putin klaim Iran ingin akhiri perang. Foto/X
“Angkatan bersenjata Iran sudah siap. Ketika kita melihat pengujian sistem pertahanan udara baru di Teheran dan kota-kota Iran lainnya hari ini, serta latihan militer yang sedang berlangsung, menjadi jelas bahwa pihak Iran sebenarnya tidak mendasarkan perhitungan mereka pada pernyataan presiden AS,” kata Mokhtar Haddad kepada Al Jazeera.
Haddad mengatakan ada ketidakpercayaan di Iran terhadap apa yang dikatakan Trump, dan bahwa pemerintah serta militer tidak mengandalkan apa yang ia sebut sebagai “retorika terkait pemilu”.
“Mereka yakin presiden AS bisa membatalkan langkah apa pun yang telah ia ambil kapan saja. Ia memiliki rekam jejak dalam hal ini, menunjukkan tidak adanya keraguan untuk menggagalkan negosiasi bahkan ketika negosiasi tersebut berada pada titik paling positif,” ujarnya.
Haddad menambahkan bahwa Iran memperkirakan konflik akan terus berlanjut selama dua tahun ke depan, dan bahkan jika kesepakatan tercapai, hasilnya kemungkinan besar hanya bersifat sementara mengingat perilaku presiden AS tersebut.






