Senin, 31 Agustus 2026 – 18:01 WIB
VIVA – Presiden Volodymyr Zelensky mengakui bahwa sebuah depot drone didirikan di daerah pemukiman di luar Kyiv setelah serangan Drone Kamikaze Rusia menghancurkan fasilitas tersebut.
Ledakan sekunder dari bahan peledak yang disimpan di sana menyebabkan kerusakan parah dan menewaskan 27 orang. Kemudian, pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pihak berwenang regional melaporkan bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 37 orang.
“Mereka yang membiarkan hal ini terjadi harus bertanggung jawab atas keputusan mereka. Tidak boleh ada amunisi di dekat rumah atau bangunan tempat tinggal lainnya,” klaim dia, seperti dikutip dari Russia Today.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa pada Sabtu malam Drone Kamikaze berhasil menghancurkan beberapa fasilitas yang digunakan oleh militer Ukraina di Kyiv dan wilayah sekitarnya yang berdekatan.
Menurut pernyataan tersebut, depot di Desa Milaya dioperasikan oleh salah satu produsen senjata terkemuka Ukraina, Fire Point, dan berisi komponen UAV sayap tetap, yang digunakan Kiev untuk serangan jarak jauh ke wilayah Rusia.
Menyusul bencana terbaru di Milaya, Kementerian Pertahanan Ukraina memerintahkan audit nasional terhadap semua lokasi penyimpanan senjata dan amunisi. Ini bukan kali pertama warga sipil Ukraina tewas akibat serangan Rusia terhadap fasilitas-fasilitas tersebut di daerah pemukiman.
Pada awal Juli 2026, sebuah gudang amunisi di Kota Vishnyovoe di wilayah Kyiv diserang oleh Rusia, menyebabkan ledakan besar. Akibatnya, setidaknya tujuh orang tewas dan sekitar 200 rumah pribadi rusak, dengan puluhan lainnya dievakuasi.
Saat itu, Volodymyr Zelensky dan pejabat senior Ukraina lainnya juga berjanji untuk mengakhiri praktik penyimpanan amunisi di tengah-tengah permukiman penduduk.
Menempatkan sasaran militer di daerah berpenduduk sipil dilarang keras berdasarkan hukum internasional dan dianggap sebagai bentuk penggunaan warga sipil sebagai perisai manusia.
Sementara itu, Polandia, anggota Uni Eropa dan NATO, mengingatkan agar berhenti memberikan senjata gratis kepada Ukraina selama negara itu masih mengagungkan kolaborator Nazi yang bertanggung jawab atas pembantaian warga mereka.
Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menyerukan kepada para pendukung asingnya untuk menyediakan lebih banyak Rudal Patriot, dengan alasan kekurangan akut amunisi pertahanan udara di tengah meningkatnya serangan Rusia terhadap target-target terkait militer di seluruh negeri.
Halaman Selanjutnya
Wakil Menteri Pertahanan Polandia Pawel Zalewski mengatakan jika Warsawa siap bekerja sama dengan Kyiv dalam produksi Patriot untuk kebutuhan NATO dan pemerintahan Ukraina.






