Selasa, 11 November 2025 – 21:51 WIB
Jakarta, VIVA – Mengingat hari belanja online atau harbol 11.11 sedang berlangsung di seluruh dunia, Kaspersky memperingatkan tentang penipuan dan phishing yang menargetkan pembeli online pada tahun ini.
Situs web palsu yang meniru platform e-commerce besar mencuri data pembayaran, mengonfirmasi pesanan yang tidak pernah sampai, dan menguras akun korban.
Pengguna biasanya mendapatkan tautan ke situs web palsu melalui email atau iklan di berbagai platform. Saat berada di situs web palsu yang meniru Amazon, Lazada, dan merek e-commerce lainnya (seringkali palsu), pengguna diminta memasukkan detail pembayaran lengkap saat checkout.
Namun, barang tidak akan pernah dikirim, dan dana korban pun hilang. Olga Altukhova, analis konten web senior Kaspersky, menyebut penipuan oportunistik meningkat selama acara penjualan besar seperti 11.11 karena urgensi dan keinginan untuk membeli barang dengan harga murah mengaburkan penilaian.
“Pastikan Anda berada di situs web e-commerce yang sah sebelum memasukkan informasi pembayaran. Hindari tautan dari email atau iklan yang tidak diminta, dan gunakan kartu bank terpisah untuk pembelian online. Konsumen yang telah memasukkan data di situs yang mencurigakan harus segera menghubungi bank mereka,” kata dia.
Baca Juga :
Kenali Modus Penipuan Online yang Marak, Ini Langkah Pencegahan agar Tak Jadi Korban
Penipuan online di Indonesia melonjak hingga 800 kasus per hari dengan kerugian mencapai Rp2 triliun. Itu dia pentingnya literasi keuangan.
VIVA.co.id
11 November 2025






