Nasional

5 Alasan Pecinan Semarang Wajib Masuk Itinerary saat Mooncake Festival 2026, Kuliner Gang Warung Hingga Sejarah Cheng Ho

×

5 Alasan Pecinan Semarang Wajib Masuk Itinerary saat Mooncake Festival 2026, Kuliner Gang Warung Hingga Sejarah Cheng Ho

Sebarkan artikel ini


Sabtu, 26 September 2026 – 01:36 WIB

VIVA – Kalau biasanya kawasan Pecinan Semarang dikenal lewat bangunan-bangunan bersejarah dan wisata kuliner, suasananya menjadi berbeda saat Mooncake Festival digelar.


img_title


Meriah! Tradisi Makan Sepanjang 200 Meter Sambut Imlek di Pecinan Semarang

Perayaan yang berlangsung pada 23-27 September 2026 tersebut menghadirkan berbagai kegiatan yang mempertemukan tradisi Tionghoa dengan kehidupan kota masa kini.

Bagi wisatawan, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk melihat sisi lain Pecinan Semarang. Bukan hanya mencicipi makanan, tetapi juga menyaksikan pertunjukan budaya, menikmati suasana kawasan, hingga mengenal kembali sejarah melalui teknologi.


img_title


Jangan Sampai Gagal Masuk Konser, Ini yang Harus Dicek Jika Barcode Tiket Gagal Scan

Berikut sejumlah pengalaman yang bisa ditemukan saat menjelajahi Pecinan Semarang selama Mooncake Festival 2026.

1. Menikmati Kuliner Heritage di Gang Warung


img_title


John Herdman Tegaskan Tak Ada Lagi Pemain Lokal dan Diaspora di Timnas: Kita Adalah Orang Indonesia

Salah satu agenda yang dapat menjadi pilihan bagi pencinta kuliner adalah Heritage Food Festival 2026.

Kegiatan ini melibatkan 75 UMKM di kawasan Gang Warung. Kehadiran festival kuliner tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kawasan Pecinan tidak hanya menyimpan cerita sejarah, tetapi juga memiliki kehidupan kuliner yang terus berkembang.

Bagi wisatawan, kuliner dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal karakter sebuah kawasan. Di Pecinan Semarang, pengalaman tersebut dapat dilanjutkan dengan menjelajahi lingkungan sekitar dan melihat aktivitas masyarakat.

2. Melihat Tradisi Jamuan Makan Tok Panjang

Pengalaman budaya lainnya hadir melalui Jamuan Makan Tok Panjang di Kelenteng See Hoo Kiong.

Tradisi tersebut mempertemukan orang-orang dalam satu meja panjang. Bukan hanya makan bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk berbincang dan membangun hubungan antarwarga.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan tradisi tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menikmati makanan.

“Tok Panjang adalah tradisi jamuan yang dinikmati bersama. Hidangannya juga tidak boleh terlalu banyak, karena justru hidangan inilah yang akan membuat kita bercerita dan berbincang,” ujar Agustina saat membuka Mooncake Festival 2026 di Kelenteng Tay Kak Sie, Semarang.

Bagi wisatawan, tradisi semacam ini memberikan gambaran mengenai bagaimana aktivitas makan dapat menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

3. Menyaksikan Sejarah Cheng Ho dalam Pertunjukan Imersif

Mooncake Festival 2026 juga mencoba membawa cerita sejarah ke dalam bentuk yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi. Salah satunya melalui pertunjukan imersif yang mengangkat sejarah dan sosok Laksamana Cheng Ho.

Halaman Selanjutnya

Teknologi digunakan untuk menghadirkan kembali kisah masa lalu dengan pendekatan visual. Cara tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana warisan sejarah dapat dikemas tanpa harus kehilangan cerita utamanya.

Halaman Selanjutnya





Source link