Nasional

JMFF 2026 Dibuka, Industri Film Indonesia Didorong Naik Kelas ke Level Global

×

JMFF 2026 Dibuka, Industri Film Indonesia Didorong Naik Kelas ke Level Global

Sebarkan artikel ini


Jumat, 12 Juni 2026 – 12:26 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah perkembangan industri kreatif, berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda terus digelar untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang perfilman. Selain menjadi ruang apresiasi karya, kegiatan semacam ini juga dimanfaatkan sebagai wadah belajar dan bertukar pengalaman bagi calon sineas.


img_title


Mojang Buka Kesempatan Langka untuk Pemain Minecraft, Cek di Sini!

Salah satu kegiatan yang kembali digelar tahun ini adalah Jakarta Millennial Film Festival (JMFF) 2026. Festival tersebut resmi dibuka di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis 11 Juni 2026.

JMFF 2026 menghadirkan kompetisi film pendek, workshop, serta berbagai kegiatan yang ditujukan untuk pengembangan talenta muda di bidang perfilman. Peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa dan Bali mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan panitia.


img_title


Film Dukun Magang, saat Logika Mahasiswa Bertemu Dunia Perdukunan

Selain kegiatan festival, perhatian juga tertuju pada pembentukan Jakarta Film Commission yang baru diumumkan. Lembaga tersebut mendapat respons dari kalangan industri perfilman sebagai bagian dari struktur pendukung ekosistem film di Jakarta.

Dalam sambutannya saat pembukaan festival, Pendiri Jaya Center Foundation sekaligus Pembina Jakarta Millennial Film Festival 2026, Budi Mulyawan, menyampaikan tanggapannya terkait pembentukan lembaga tersebut.


img_title


Geger! Mama Sinta Bawa Film Pesta Babi ke Polda Metro, Ketua LBH Merauke Dilaporkan

“Ini merupakan langkah dalam memperkuat ekosistem perfilman di Jakarta dan Indonesia. Kami berharap kehadiran lembaga ini dapat memberikan dukungan nyata bagi para sineas, membuka akses yang lebih luas terhadap produksi dan distribusi film, serta mendorong lahirnya karya-karya berkualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Budi Mulyawan, dikutip VIVA.

Menurutnya, pembentukan Jakarta Film Commission juga berkaitan dengan rencana pengembangan Jakarta sebagai kota sinema atau Cinema City. 

“Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat industri kreatif, khususnya perfilman. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, infrastruktur yang memadai, serta kolaborasi lintas sektor, Jakarta dapat berkembang menjadi kota sinema, tempat lahirnya karya-karya unggulan, pusat produksi film, sekaligus destinasi perfilman yang menarik bagi sineas nasional maupun internasional,” tambahnya.

Gagasan pengembangan Jakarta sebagai kota sinema mencakup sejumlah aspek, mulai dari kemudahan perizinan produksi, ketersediaan lokasi syuting, penguatan sumber daya manusia, hingga akses distribusi karya film.

Penyelenggaraan JMFF 2026 juga menjadi salah satu ruang yang mempertemukan generasi muda dengan pelaku industri film. Kegiatan yang digelar mencakup kompetisi film pendek, workshop, serta sesi kolaborasi antar peserta dan praktisi industri.

Warga wanam Merauke, Papua Selatan, Inosensio Sigipse

Pengakuan Warga Wanam: Tak Ada Pengungsi, Pembangunan PSN Justru Diharapkan

Film ‘Pesta Babi’ yang menuding adanya eksodus warga hingga ratusan ribu orang akibat PSN di Wanam, Papua Selatan, dibantah langsung oleh masyarakat setempat.

img_title

VIVA.co.id

4 Juni 2026





Source link