Senin, 31 Agustus 2026 – 21:15 WIB
VIVA – Aktivitas pariwisata di sejumlah destinasi wisata Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai berangsur pulih setelah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa.
Berdasarkan pemantauan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), sejumlah destinasi wisata, aksesibilitas, akomodasi, hingga fasilitas pendukung pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya kini kembali beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan pemulihan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan tingkat keamanan di masing-masing wilayah.
“Pemulihan aktivitas pariwisata berlangsung secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat keamanan masing-masing wilayah,” kata Andhy dari Labuan Bajo, Senin 29 Agustus 2026.
Hasil pemantauan terbaru menunjukkan sejumlah destinasi di Labuan Bajo dan Manggarai Barat telah kembali dibuka. Namun, beberapa destinasi yang berada di wilayah terdampak masih ditutup sementara atau menunggu proses verifikasi kondisi di lapangan.
Salah satu kawasan yang telah kembali menerima wisatawan adalah Taman Nasional Komodo. Selain itu, sejumlah destinasi lain di Manggarai Barat juga mulai beroperasi, di antaranya Puncak Waringin, Batu Cermin, Pulau Kelor, Liang Ndara, Wae Lolos, Papagarang, Pasir Panjang, Tondong Belang, Siru, dan Gua Rangko.
Meski sejumlah destinasi kembali dibuka, BPOLBF mengingatkan aktivitas wisata tetap harus menyesuaikan kondisi terkini. Wisatawan juga diminta memperhatikan ketentuan yang ditetapkan masing-masing pengelola, kondisi cuaca dan gelombang laut, serta arahan keselamatan dari pihak berwenang.
BPOLBF terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendapatkan informasi terbaru terkait kondisi destinasi maupun perkembangan aktivitas pariwisata di Flores.
Wisatawan Diminta Cek Kondisi Sebelum Berangkat
Di tengah mulai pulihnya sektor pariwisata, BPOLBF meminta wisatawan tidak mengabaikan faktor keselamatan saat merencanakan perjalanan ke Labuan Bajo.
Wisatawan disarankan memastikan terlebih dahulu kondisi destinasi yang hendak dikunjungi, termasuk akses jalan, pelabuhan, penerbangan, serta ketersediaan akomodasi.
Arahan petugas dan pengelola destinasi juga wajib diperhatikan, terutama jika terdapat pembatasan jumlah wisatawan ataupun keputusan penutupan sementara.
Informasi terbaru juga dapat dipantau melalui kanal resmi BPOLBF, pemerintah daerah, pengelola destinasi, BMKG, BNPB, KSOP, pengelola bandara, serta otoritas terkait lainnya.
Halaman Selanjutnya
“Wisatawan tetap dapat menikmati pengalaman berwisata di Labuan Bajo dengan memperhatikan kondisi destinasi, mengikuti ketentuan pengelola, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” ujar Andhy.






