Nasional

Ustaz Adi Hidayat Ajak Taubat Nasional, Begini Cara yang Dianjurkan

×

Ustaz Adi Hidayat Ajak Taubat Nasional, Begini Cara yang Dianjurkan

Sebarkan artikel ini


Kamis, 10 September 2026 – 04:10 WIB

VIVA – Ajakan untuk melakukan taubat nasional disampaikan Ustaz Adi Hidayat di tengah berbagai peristiwa yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, situasi tersebut dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi sekaligus memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT.


img_title


Ustaz Adi Hidayat Ajak Taubat Nasional, Introspeksi Diri di Tengah Banyak Bencana Alam

Dalam konteks tersebut, taubat tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan penyesalan, tetapi juga sebagai proses untuk menyadari kesalahan, memohon ampun, dan berusaha memperbaiki diri. Salah satu bentuk yang dianjurkan adalah memperbanyak istighfar.

“Salah satunya dengan cara kita umat islam dengan introspeksi diri, bertaubat, dengan banyak istighfar,” kata Ustaz Adi Hidayat, mengutip unggahan akun X @lambesahamjja, Kamis 10 September 2026.


img_title


Bisakah Sakit Meluruhkan Segala Dosa? Ternyata Begini Penjelasannya Menurut Islam

Cara Taubat yang Dianjurkan

Taubat dalam Islam pada dasarnya dimulai dari kesadaran seseorang terhadap kesalahan yang telah dilakukan. Seseorang dianjurkan untuk mengakui kekeliruan tersebut di hadapan Allah SWT, menyesalinya, kemudian memiliki keinginan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama.


img_title


Keran Rezeki Mengalir Deras, Selalu Amalkan Surat At-Talaq Saat Melakukan Shalat Dhuha

Dengan demikian, taubat bukan sekadar mengucapkan istighfar berulang kali. Ada proses perenungan dan perubahan perilaku yang menyertainya.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah melakukan introspeksi. Seseorang dapat meluangkan waktu untuk mengevaluasi ucapan, tindakan, maupun keputusan yang telah dilakukan. Dari evaluasi tersebut, kesalahan yang disadari kemudian menjadi bahan untuk memperbaiki diri.

Selanjutnya, seorang Muslim dapat memohon ampun kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar. Salah satu lafaz istighfar yang umum diamalkan adalah “Astaghfirullah”, yang berarti memohon ampun kepada Allah.

Istighfar dapat dilakukan kapan saja, baik setelah salat, ketika sedang beraktivitas, maupun saat seseorang secara khusus menyediakan waktu untuk berdoa dan bermunajat.

Namun, istighfar sebaiknya tidak berhenti pada ucapan. Permohonan ampun tersebut idealnya disertai tekad untuk meninggalkan perbuatan dosa dan memperbaiki perilaku.

Taubat Perlu Disertai Penyesalan

Penyesalan menjadi bagian penting dalam proses taubat. Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya telah melakukan kesalahan, muncul kesadaran untuk tidak lagi mempertahankan perilaku tersebut.

Setelah itu, seseorang perlu berusaha meninggalkan dosa yang dilakukan. Jika kesalahan berkaitan dengan hak orang lain, proses memperbaiki diri juga dapat dilakukan dengan mengembalikan hak atau meminta maaf apabila memungkinkan.

Halaman Selanjutnya

Taubat juga bukan berarti seseorang harus menunggu menjadi pribadi yang sempurna terlebih dahulu. Justru kesadaran bahwa manusia dapat melakukan kesalahan menjadi alasan untuk terus melakukan evaluasi diri.

Halaman Selanjutnya





Source link