Nasional

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dicekoki Ekstasi dan Riklona Saat Karaoke di PIK 2 Hingga Ditemukan Tewas di Hotel

×

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dicekoki Ekstasi dan Riklona Saat Karaoke di PIK 2 Hingga Ditemukan Tewas di Hotel

Sebarkan artikel ini


Jumat, 11 September 2026 – 00:50 WIB

Jakarta, VIVA – Malam karaoke bersama sejumlah rekan berujung tragis bagi seorang mahasiswi berinisial S. Korban ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.


img_title


Mahasiswi Tewas Usai Dicekoki Ekstasi dan Riklona saat Pesta Karaoke di PIK 2

Sebelum ditemukan tak bernyawa, kondisi korban perlahan memburuk setelah mengonsumsi narkotika yang diberikan rekannya, ID. Polisi kini telah menetapkan ID sebagai tersangka.

Kapolsek Cengkareng, Ajun Komisaris Polisi Rahis Fathlillah mengungkap rangkaian kejadian yang dialami korban sejak berada di tempat karaoke hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.


img_title


Kirim Pesan Perpisahan dan Sinyal SOS, Begini Awal Mula Fajar Ditemukan Tewas di GBK

Awalnya, ID mengajak korban dan sejumlah rekannya untuk karaoke di kawasan PIK 2. Sebelum berangkat, tersangka disebut telah menyiapkan ekstasi dan obat Riklona.

Sesampainya di tempat karaoke, ID mengajak korban dan rekannya berinisial ML masuk ke toilet.


img_title


Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal Dunia

“Sesampainya di tempat karaoke, tersangka kemudian mengajak korban dan rekannya berinisial ML ke toilet,” tuturnya, dikutip Jumat, 11 September 2026.

Korban sempat menolak ketika ditawari ekstasi. Namun, beberapa saat kemudian, korban dan ML masing-masing diberikan setengah butir ekstasi.

Pemberian ekstasi kembali dilakukan beberapa jam kemudian dengan jumlah yang sama.

“Korban dan temannya ini diberikan ekstasi masing-masing setengah butir untuk kedua kalinya,” kata dia.

Setelah karaoke selesai, ID kembali memberikan dua butir Riklona kepada korban dan ML. Mereka kemudian beranjak menuju hotel di kawasan Cengkareng.

Sesampainya di hotel, kondisi korban mulai mengkhawatirkan. S tampak lemas hingga harus dipapah untuk masuk ke dalam hotel. Situasi semakin mengkhawatirkan ketika korban sempat terjatuh di depan lift.

Pihak hotel kemudian memberikan kursi roda agar korban bisa dibawa menuju kamar. Setelah sampai, S dibaringkan di atas tempat tidur.

ID bersama rekan-rekannya sempat memberikan susu dan minuman elektrolit kepada korban dengan harapan kondisinya membaik.

“Namun, korban hanya sempat meminum sedikit,” kata dia.

Keesokan harinya, ID bersama sejumlah rekannya meninggalkan korban seorang diri di kamar. Mereka pergi karena harus bekerja, sementara S masih dalam kondisi lemas.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 13.30 WIB, petugas hotel melakukan pengecekan karena waktu check out telah terlewat. Saat pintu kamar diperiksa, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

Halaman Selanjutnya

Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan. Sejumlah barang bukti diamankan dari rangkaian kejadian tersebut.

Halaman Selanjutnya





Source link