Nasional

Miris! OTT KPK di BNPB Terjadi saat Banjir dan Karhutla Masih Membara, Korupsi Dana Bencana saat Banyak Bencana

×

Miris! OTT KPK di BNPB Terjadi saat Banjir dan Karhutla Masih Membara, Korupsi Dana Bencana saat Banyak Bencana

Sebarkan artikel ini


Rabu, 14 Oktober 2026 – 01:22 WIB

Jakarta, VIVA – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi sesuatu yang ironis.


img_title


Malaysia Akan Bawa Isu Kabut Asap ke ASEAN, Beberkan Kendala Indonesia Padamkan Karhutla

Pasalnya, OTT terhadap BNPB ini terjadi ketika Indonesia tengah menghadapi berbagai bencana alam, termasuk banjir, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah yang masih membara.

Sejumlah pihak yang diciduk KPK adalah Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak swasta. 


img_title


Politisi Malaysia Desak Indonesia Minta Maaf, Sebut Kabut Asap Karhutla Tak Bisa Disepelekan

“Tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan sekretaris utama atau sestama, kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo di Yogyakarta, Selasa (13/10/2026) malam. 

Dalam OTT itu, KPK menyita sejumlah barang bukti yang terdiri dari uang tunai sekitar Rp 1,4 miliar, emas batangan, hingga tabungan logam mulia.


img_title


Malaysia Tawarkan Bantuan ke Indonesia untuk Atasi Karhutla, Ini Jawaban Kemlu

Budi menjelaskan, 14 orang yang diamankan KPK itu lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap terkait pengadaan di BNPB. 

“Selain mengamankan sejumlah pihak, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp 1,4 miliar,” ujar dia. 

Lebih lanjut, OTT yang dilakukan KPK terhadap BNPB ini diketahui berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa hingga dana siap pakai kebencanaan.

“Ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,” kata Budi.

Saat ditanya apakah kejahatan ini dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ataupun penanganan bencana alam lainnya, Budi mengatakan bahwa hal tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers.

“Pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bencana apa? Itu nanti kami akan sampaikan detailnya saat konferensi pers,” kata Jubir KPK.

Selain itu, Budi mengatakan KPK pada Selasa malam akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum dari belasan orang tersebut.

“Malam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,” ujarnya.

Karhutla Masih Membara di 6 Provinsi

Halaman Selanjutnya

Meski hingga berita ini tayang belum diketahui apakahh OTT KPK di BNPB ini terkait karhutla atau tidak, tetapi kabar tersebut tetap terasa ironi karena pemerintah masih mati-matian mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Halaman Selanjutnya





Source link