Nasional

Mengapa Pria yang Jarang Punya Teman Bisa Lebih Kesepian daripada Wanita?

×

Mengapa Pria yang Jarang Punya Teman Bisa Lebih Kesepian daripada Wanita?

Sebarkan artikel ini


Selasa, 13 Oktober 2026 – 22:15 WIB

Jakarta, VIVA – Pria dan wanita yang tidak memiliki banyak teman ternyata cenderung memiliki cara berbeda dalam menghadapi kesepian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa wanita umumnya lebih terbiasa membangun hubungan dekat secara personal, sedangkan pria cenderung mengandalkan jaringan pertemanan yang lebih luas. Perbedaan pola hubungan ini dapat memengaruhi bagaimana mereka merasakan dan mengatasi kesepian.


img_title


Pengakuan Mengejutkan 2 Pembunuh Wanita dengan Tangan-Kaki Terikat di Kos Jaktim

Kesepian merupakan pengalaman emosional yang bisa dialami siapa saja, terlepas dari usia, jenis kelamin, atau status hubungan. Meski begitu, cara seseorang menghadapi perasaan tersebut tidak selalu sama. Ada yang memilih mencari teman untuk berbagi cerita, sementara yang lain justru menarik diri dan enggan mengakui bahwa dirinya sedang merasa kesepian.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita dari berbagai kelompok usia dan tahap kehidupan cenderung melaporkan tingkat kesepian lebih tinggi dibandingkan pria. Namun, ada pengecualian menarik pada kelompok lajang. Pria yang belum menikah justru dilaporkan lebih rentan mengalami kesepian dibandingkan wanita lajang.


img_title


Video Call Ruben Onsu dengan Pria Viral, Polisi Terima Flashdisk dan Bukti Unggahan Instagram

1. Pria Lajang Cenderung Lebih Kesepian daripada Wanita Lajang

Pria lajang dilaporkan memiliki tingkat kesepian yang lebih tinggi dibandingkan wanita lajang. Meski penyebab pastinya belum dapat dipastikan, salah satu penjelasan yang mungkin berkaitan dengan perbedaan cara membangun hubungan sosial.


img_title


Geger! Pria 40 Tahun Intip Laki-laki di Toilet Bekasi, Begini Akhirnya

Wanita cenderung lebih aktif memelihara hubungan pertemanan dekat di luar hubungan romantis. Karena itu, ketika tidak memiliki pasangan, mereka mungkin masih mempunyai teman untuk berbagi cerita dan mendapatkan dukungan emosional.

Sebaliknya, sebagian pria mungkin lebih mengandalkan pasangan sebagai tempat berbagi perasaan. Ketika hubungan romantis berakhir atau mereka belum memiliki pasangan, dukungan emosional yang tersedia bisa menjadi lebih terbatas.

Namun, wanita juga tidak sepenuhnya terbebas dari kesepian. Karena cenderung memberikan perhatian besar pada hubungan personal, mereka dapat merasa sangat kehilangan ketika hubungan dekat menjadi renggang atau tidak lagi memuaskan.

Penelitian Shelley Borys dari University of Waterloo juga menemukan kemungkinan bahwa wanita bukan selalu lebih kesepian, melainkan lebih terbuka dalam mengakui perasaan tersebut.

Borys menjelaskan, “perempuan lebih cenderung mengakui kesepian mereka dibandingkan laki-laki karena konsekuensi negatif dari mengakui kesepian lebih kecil bagi perempuan..”

Halaman Selanjutnya

Artinya, wanita cenderung lebih bersedia mengakui kesepian karena konsekuensi negatif dari pengakuan tersebut dinilai lebih kecil dibandingkan yang mungkin dirasakan pria.

Halaman Selanjutnya





Source link