Selasa, 11 November 2025 – 12:15 WIB
Washington, VIVA – Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada hari Senin, 11 November 2025, sebuah pertemuan bersejarah dan pembalikan nasib yang mengejutkan bagi al-Sharaa yang hingga tiga hari lalu ‘masih’ dicap sebagai teroris internasional oleh pemerintah AS dengan hadiah $10 juta (Rp166 miliar) untuk kepalanya.
Baca Juga :
Presiden Trump mencabut sanksi terhadap Suriah pada hari Senin, setelah bertemu dengan al-Shara di Gedung Putih. Kunjungan pertama al-Shara ke ibu kota AS sejak berkuasa itu, merupakan kunjungan pertama kepala negara Suriah ke Gedung Putih.
“Kami ingin melihat Suriah menjadi negara yang sangat sukses, dan saya pikir pemimpin ini mampu melakukannya,” kata Trump dilansir New York Times, Selasa, 11 November 2025.
Baca Juga :
Cap Teroris Dicabut AS, Presiden Suriah al-Sharaa Bertemu Trump Hari Ini di Gedung Putih
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih
“Orang-orang bilang dia punya masa lalu yang sulit? Kita semua punya masa lalu yang sulit. Tapi dia punya masa lalu yang sulit, dan sejujurnya, saya pikir jika dia tidak punya masa lalu yang sulit, Anda tidak akan punya kesempatan.” sambung Trump
Trump telah memberikan pengecualian sanksi yang luas kepada Suriah dan mendorong Kongres untuk mencabut undang-undang tahun 2019, Undang-Undang Perlindungan Sipil Caesar Suriah, yang memberlakukan sanksi terberat terhadap Suriah. Pada hari Senin, ia mengeluarkan perpanjangan 180 hari atas keringanan yang pertama kali ia berikan pada bulan Mei.
Suriah juga setuju untuk bergabung dengan koalisi global untuk mengalahkan ISIS, yang masih aktif di Suriah, menurut seorang pejabat pemerintahan Trump yang membahas detail pertemuan tersebut dengan syarat anonim. Amerika Serikat juga akan mengizinkan Suriah untuk melanjutkan kegiatan di kedutaannya di Washington yang berfokus pada kontraterorisme, keamanan, dan kerja sama ekonomi.
Koalisi pemberontak yang dipimpin oleh al-Shara menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad pada bulan Desember, mengakhiri kediktatoran brutal selama lebih dari 50 tahun oleh keluarga Assad. Al-Shara sejak itu telah mendefinisikan ulang dirinya sebagai seorang negarawan sambil berupaya mengembalikan Suriah ke kancah internasional dan membangun kembali negara tersebut setelah keluar dari perang saudara yang panjang dan menghancurkan.
Halaman Selanjutnya
Beda Penyambutan Pemimpin ‘Eks Teroris’






