Nasional

Longsor Banjarnegara, 424 Warga Direlokasi ke Tempat Baru

×

Longsor Banjarnegara, 424 Warga Direlokasi ke Tempat Baru

Sebarkan artikel ini


Selasa, 18 November 2025 – 22:18 WIB

Semarang, VIVA – Sebanyak 424 warga yang saat ini mengungsi akibat longsor di Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah akan segera direlokasi ke tempat baru.

Baca Juga :


Material Longsor di Banjarnegara Belum Dapat Dievakuasi

“Banjarnegara disiapkan dua hektare untuk hunian sementara. Ini kita koordinasikan dengan bupatinya,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi setelah Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 18 November 2025.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi relokasi untuk hunian sementara, sebelum pembangunan hunian tetap dimatangkan.

Baca Juga :


Tanah Longsor di Banjarnegara, Akses Jalan Masih Terputus

Warga Pandanarum Banjarnegara mengungsi akibat tanah longsor

 
“Pengungsinya banyak, ada sekitar 420-an warga yang harus kita lakukan relokasi,” ujarnya.

Baca Juga :


Sudah 14 Kali Gempa Susulan Guncang Banjarnegara

Ahmad Luthfi menegaskan relokasi harus dilakukan secepat mungkin agar warga tidak berlama-lama tinggal di tempat pengungsian. 

“Hunian sementara ini sesegera mungkin. Jangan sampai mereka berada di pengungsian terlalu lama. Hunian tetap akan kita pikirkan setelahnya,” kata Gubernur Jateng Luthfi.

Selain Banjarnegara, relokasi juga disiapkan untuk wilayah Majenang, Cilacap.

“Untuk Majenang kita siapkan relokasi, baik hunian sementara maupun hunian tetap. Fokus kita hunian sementara dulu,” jelasnya.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, yang turut hadir pada rakor tersebut mengatakan, peta risiko sangat penting dimiliki setiap daerah sebagai standar wajib. 

“Setiap kabupaten/kota harus memiliki peta risiko dan meng-overlay-nya dengan prediksi BMKG. Dari situ akan kelihatan wilayah dengan ancaman curah hujan tinggi, banjir, maupun longsor,” jelasnya.

Raditya juga menyampaikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sedang dan terus dijalankan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem di wilayah rawan.

“OMC dilakukan untuk mengurangi potensi curah hujan tinggi terutama di wilayah kejadian agar proses evakuasi dan seterusnya bisa berjalan dengan baik. Ini diprioritaskan untuk wilayah dengan potensi hujan di atas 300 mm per hari,” katanya. (Laporan Teguh Joko Sutrisno, tvOne, Semarang)
 

 Longsor yang menimbun jalan provinsi di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Longsor Terjang Banjarnegara, Dua Akses Jalan Provinsi Tertutup Total

Longsor terjadi di dua titik pada jalan provinsi di Banjarnegara.

img_title

VIVA.co.id

9 Januari 2020





Source link