Kamis, 1 Oktober 2026 – 17:03 WIB
Jakarta, VIVA – Bahlil Lahadalia kini mendapat amanah baru dari Presiden dengan menjabat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bahlil menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti pelantikan yang dilakukan Presiden. Ia menegaskan akan menjalankan kedua tugas tersebut sesuai dengan amanah dan kewenangan yang diberikan kepadanya.
“Alhamdulillah kami melakukan pelantikan oleh Bapak Presiden. Khususnya saya, dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM,” kata Bahlil kepada awak media.
Menurut Bahlil, posisi tersebut merupakan amanah sekaligus tanggung jawab negara yang harus dijalankan dengan baik. Ia menyatakan akan tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM sekaligus menjalankan fungsi koordinasi sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Ia menyebut penugasan tersebut berkaitan dengan program pemerintahan Presiden, terutama agenda hilirisasi dan transisi energi yang masuk dalam Asta Cita.
Tetap Berkantor di Kementerian ESDM
Salah satu hal yang menjadi perhatian setelah Bahlil merangkap dua jabatan adalah lokasi kantor yang akan digunakannya. Bahlil memastikan untuk sementara waktu dirinya akan tetap berkantor di Kementerian ESDM.
“Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat perkembangan,” ujar Bahlil.
Pernyataan tersebut kembali ditegaskan Bahlil ketika ditanya mengenai lokasi kantor Menko Hilirisasi dan Transisi Energi setelah dirinya dipercaya memegang posisi tersebut.
“Ya, di Kementerian ESDM,” kata Bahlil.
Dengan demikian, untuk saat ini Bahlil akan menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi dari kantor Kementerian ESDM. Ia belum menjelaskan apakah nantinya akan ada pengaturan atau lokasi kantor tersendiri untuk menjalankan tugas sebagai Menko.
Fokus Hilirisasi Disebut Banyak Bersinggungan dengan ESDM
Bahlil menjelaskan salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan tugas barunya adalah besarnya keterkaitan agenda hilirisasi dengan sektor energi dan sumber daya mineral.
Ia menyebut sekitar 90 persen dari total investasi yang berkaitan dengan hilirisasi berada di sektor ESDM. Karena itu, menurut Bahlil, konsolidasi melalui kementerian koordinator diperlukan untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut.
Halaman Selanjutnya
“Kita tahu bahwa Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi, dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan,” ujarnya.





