Rabu, 12 Agustus 2026 – 23:04 WIB
VIVA – Membeli HP bekas pada 2026 menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin mendapatkan smartphone premium dengan harga lebih terjangkau. Namun, perangkat yang terlihat mulus belum tentu memiliki kondisi internal yang baik.
Produsen seperti Apple dan Google bahkan menyediakan panduan serta alat pemeriksaan resmi untuk membantu pengguna mengetahui kondisi perangkat, baterai, komponen, hingga proses perbaikan. Artinya, membeli HP bekas sebaiknya dilakukan dengan pemeriksaan yang lebih menyeluruh, bukan sekadar melihat bodi dan menyalakan layar.
Jangan Hanya Melihat Kondisi Fisik
Langkah pertama tetap memeriksa kondisi fisik, tetapi pemeriksaannya harus menyeluruh.
Perhatikan layar, frame, kamera, tombol, speaker, mikrofon, port pengisian daya, serta bagian belakang perangkat. Cek apakah terdapat retakan, burn-in, layar bergaris, atau respons sentuhan yang tidak normal.
Setelah itu, coba kamera depan dan belakang, rekam video, putar suara melalui speaker, lakukan panggilan, serta sambungkan perangkat ke Wi-Fi dan Bluetooth.
Apple sendiri menyarankan pembeli iPhone bekas untuk memeriksa kerusakan fisik sebelum transaksi. Apple juga menyarankan membeli dari penjual yang dapat dipercaya dan memahami kebijakan pengembalian jika pembelian dilakukan secara online.
Kondisi Baterai Sangat Menentukan
Baterai menjadi salah satu komponen terpenting ketika memilih HP bekas karena kapasitasnya akan menurun seiring penggunaan.
Pada iPhone, pengguna dapat melihat kesehatan baterai melalui pengaturan perangkat. Apple juga menyediakan informasi mengenai riwayat komponen dan servis. Pada iPhone XR, XS dan model yang lebih baru, misalnya, informasi penggantian komponen dapat muncul di bagian Parts and Service History.
Apple juga mengingatkan bahwa baterai yang tidak dapat diverifikasi sebagai komponen asli dapat menyebabkan informasi kesehatan baterai tidak akurat.
Sementara pada Google Pixel 6 dan model yang lebih baru, tersedia fitur Battery Diagnostics untuk membantu memeriksa performa baterai dan mengetahui kapan baterai mungkin membutuhkan penggantian.
Karena itu, jangan hanya bertanya kepada penjual mengenai persentase baterai. Periksa juga apakah HP cepat panas, mengalami penurunan daya yang tidak wajar, atau mati secara tiba-tiba.
IMEI Jangan Sampai Terlewat
Halaman Selanjutnya
IMEI (International Mobile Equipment Identity) merupakan identitas perangkat yang penting untuk diperiksa sebelum membeli HP bekas.






