Nasional

BMKG Ungkap Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terdeteksi Lagi di Indonesia

×

BMKG Ungkap Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terdeteksi Lagi di Indonesia

Sebarkan artikel ini


Kamis, 10 September 2026 – 17:17 WIB

Jakarta, VIVA – Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani mengatakan debu atau abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sudah tidak terdeteksi lagi di wilayah Indonesia. Ia mengungkapkan hal itu berdasarkan pemantauan satelit yang dimiliki BMKG.


img_title


Jejak 5 Wartawan Hilang Kontak Liput Anak Krakatau Belum Terungkap, Helikopter Dikerahkan

“Nah, sejak semalam, pemantauan semalam atau sekitar jam 01.00 WIB itu untuk sebaran debu vulkaniknya sendiri sudah tidak lagi terdeteksi dari citra satelit sehingga ini ke depannya kalau misalnya erupsinya berhenti ini harusnya sudah tidak ada lagi sebaran debu vulkanik,” kata Ida di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Ia menjelaskan abu vulkanik Anak Krakatau bergerak ke arah barat Samudra Hindia. Ida memastikan saat ini kondisi Indonesia bersih dari abu vulkanik Anak Krakatau.


img_title


Fakta-Fakta Terbaru Pencarian 5 Wartawan Hilang di Perairan Selat Sunda, Kapal Perang Ikut Dikerahkan

“Jadi, untuk saat ini kondisinya bersih untuk sebaran debu vulkanik dan tentu saja ini kalau dilakukan paper test juga pasti negatif,” ujarnya.

Sementara, ketinggian gelombang di Selat Sunda pun tak ada peningkatan dan dalam kategori aman.


img_title


Legislator Jakarta Bagikan Masker Gratis ke Warga, Imbau Pedagang Tak Naikkan Harga Semaunya

“Nah, kemudian untuk ketinggian gelombangnya sendiri di Selat Sunda, ini menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan yang berarti dan arusnya juga sehingga kondisinya aman,” kata Ida.

“Abunya sudah jelas jauh ya karena kemarin dominasinya mengarah ke arah barat samudra. Sehingga sekarang sudah ada di level ketinggian yang cukup tinggi di samudra,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pagi ini. Erupsi tersebut terjadi pada pukul 09.10 WIB. Hal ini disampaikan BPBD Provinsi Lampung di akun Instagram resmi mereka.

“Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Kamis, 16 September 2026 pukul 09.10 WIB,” demikian keterangan resmi BPBD Lampung. 

Sementera itu berdasarkan pemantauan, BPBD Lampung mengatakan visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 17 detik.

TNI AL Sisir Perairan Selar Sunda Cari 5 Jurnalis yang Hilang

Prabowo Perintahkan TNI AL Sisir Perairan Selat Sunda Cari 5 Jurnalis yang Hilang, 11 Kapal Dikerahkan

Prabowo perintahkan TNI AL untuk melakukan pencarian 5 jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas gunung Anak Krakatau.

img_title

VIVA.co.id

10 September 2026





Source link