Jumat, 11 September 2026 – 08:05 WIB
Jakarta, VIVA – Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan disertai oleh petir di sebagian wilayah barat Indonesia yang akan melanda pada hari ini.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar kota-kota lainnya di wilayah barat Indonesia akan lebih didominasi oleh kondisi cuaca berawan.
“Untuk bagian barat Indonesia diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Padang, kemudian hujan sedang di Medan, kemudian hujan ringan di Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Bandung, dan Tanjung Selor,” kata Prakirawan BMKG Henokhvita dalam siaran prakiraan cuaca di Jakarta, Jumat, 11 Februari 2026.
Henokhvita menyebutkan potensi cuaca berawan dan berawan tebal tersebut berpeluang menyelimuti langit di wilayah Pangkal Pinang, Serang, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Selain tutupan awan dan curah hujan, BMKG memprakirakan adanya potensi udara kabur di Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Pontianak, dan Samarinda, serta potensi asap atau kabut di Palangkaraya dan Banjarmasin.
Beralih ke pemantauan di kawasan timur Indonesia, BMKG memprakirakan adanya curah hujan dengan intensitas ringan yang berpeluang turun di sejumlah kawasan.
“Kita beralih ke bagian timur Indonesia. Diwaspadai terdapat potensi hujan ringan di Mamuju, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, kondisi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan mendominasi wilayah timur lainnya yang meliputi Denpasar, Kupang, Makassar, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, dan Merauke.
Tidak hanya curah hujan dan tutupan awan, BMKG mencatat adanya potensi cuaca berupa udara kabur yang berpeluang terjadi di wilayah Palu, Kendari, dan Mataram.
Henokhvita mengingatkan prakiraan tersebut adalah gambaran umum atas cuaca hari ini. Untuk informasi cuaca yang lebih lengkap dan diperbarui setiap jam, masyarakat dapat memantau aplikasi Info BMKG dan akun media sosial @infobmkg. (Ant)
BMKG Pastikan Tak Ada Indikasi Tsunami Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan terus memantau kondisi gelombang laut di wilayah Selat Sunda di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.
VIVA.co.id
10 September 2026






