Kamis, 24 September 2026 – 23:42 WIB
Jakarta, VIVA – Pemanfaatan data cerdas (smart data), kecerdasan artifisial (AI), hingga teknologi pabrik cerdas (smart factory) kini diyakini sebagai langkah paling strategis untuk mendongkrak produktivitas serta daya saing Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia.
Untuk merealisasikan lompatan teknologi tersebut, sebuah forum bertajuk “Korea-Indonesia Smart Factory Seminar: Smart Data, AI, Smart Factory: Transformation Indonesian Cooperatives and SMEs” sukses digelar di BINUS Bekasi, pada 18 September 2026.
Agenda yang dihadiri lebih dari 100 pelaku UKM, akademisi, hingga perwakilan pemerintah dan industri teknologi ini menjadi wadah untuk membedah tantangan serta peluang digitalisasi bagi sektor usaha riil.
Seminar ini merupakan puncak dari rangkaian Program Official Development Assistance (ODA) Smart Factory.
Sebelumnya, telah dilaksanakan pelatihan intensif selama empat hari pada 14–17 September 2026 yang melibatkan 30 peserta dari 14 perusahaan dan koperasi. Lewat pelatihan itu, para pelaku usaha dibekali ilmu penerapan smart factory dan digitalisasi operasional agar lebih efisien.
Seminar ini menghadirkan perwakilan dari Indonesian Cloud yang membedah peran krusial data dan AI dalam mendukung operasional smart factory.
Sementara itu, perwakilan dari PT Internex Indonesia turut berbagi perspektif mengenai percepatan transformasi digital yang berfokus pada sektor manufaktur.
Tak sekadar teori, acara ini juga menyajikan sesi praktik lewat lokakarya (workshop) bertema “AI untuk Pengolahan Data: Smart Factory menggunakan Orange 3” bersama narasumber dari BINUS University. Peserta diajarkan cara mudah menganalisis dan memvisualisasikan data menggunakan perangkat lunak Orange 3.
Merespons adopsi teknologi oleh pelaku usaha ini, Pengawas Ahli Utama Kementerian Koperasi RI, Daniel Asnur, menekankan pentingnya implementasi di lapangan.
“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi harus diikuti dengan kemampuan untuk menerapkan teknologi secara nyata dalam proses bisnis,” ujar Daniel Asnur dalam keterangannya, dikutip Kamis, 24 September 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program ODA Smart Factory tak sekadar memberikan teori dan peningkatan kapasitas SDM. Lewat program ini, koperasi dan UKM yang terlibat juga diberikan dukungan berupa peralatan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis mereka masing-masing.
Halaman Selanjutnya
Mengingat tahun 2026 adalah tahun terakhir pelaksanaan Program ODA Smart Factory, Kementerian Koperasi menaruh harapan besar agar pengalaman ini dapat direplikasi menjadi sebuah *best practice* (praktik terbaik) bagi koperasi dan UKM lain di seluruh Indonesia.






