Jumat, 16 Oktober 2026 – 18:54 WIB
Jakarta, VIVA – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menggenjot pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk mempercepat pemulihan layanan dan mengurangi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali.
Upaya ini dilakukan melalui penambahan pasokan, perpanjangan jam operasional SPBU, serta penguatan armada dan personel.
Pada Jumat (16/10/2026), dua kapal pengangkut BBM bersandar di Bali dengan membawa total 20 juta liter Pertalite.
Kapal MT Pangkalan Brandan tiba di Integrated Terminal (IT) Manggis dengan muatan 16 juta liter, sedangkan MT Asian Rigel bersandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran dengan membawa 4 juta liter.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan penambahan pasokan disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat dan permintaan yang belum terpenuhi sebelumnya.
“Rata-rata konsumsi harian Pertalite di Bali mencapai sekitar 2,2 juta liter yang dipenuhi melalui IT Manggis dan FT Sanggaran. Sementara itu, dalam tiga hari terakhir, yakni 13-15 Oktober, rata-rata penyaluran Pertalite ke SPBU telah mencapai sekitar 3 juta liter per hari,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Jumat.
“Penyaluran di atas rata-rata konsumsi harian ini dilakukan untuk membantu memenuhi permintaan masyarakat yang sebelumnya belum terlayani ketika stok di SPBU habis,” jelasnya.
Pertamina Patra Niaga menargetkan stok Pertalite di Bali mencapai 48 juta liter pada 17 Oktober 2026.
Jumlah tersebut diproyeksikan mencukupi kebutuhan sekitar dua minggu dalam kondisi pasokan aman.
Dari sisi pelayanan, sebanyak 66 SPBU disiapkan beroperasi selama 24 jam. Rinciannya, 42 SPBU berada di Kota Denpasar dan 24 SPBU lainnya di Kabupaten Badung.
Langkah ini diharapkan membantu mengurai antrean dan memperluas waktu pelayanan bagi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga juga mengoperasikan IT Manggis dan FT Sanggaran selama 24 jam untuk memperlancar distribusi BBM.
Sebanyak 108 mobil tangki dan 465 awak mobil tangki disiagakan guna mendukung penyaluran ke SPBU.
Ketersediaan armada diperkuat dengan mengalihkan sebagian mobil tangki dari Banyuwangi ke Bali.
Pertamina juga berkoordinasi dengan Kodam IX/Udayana untuk mendukung kebutuhan personel operasional dan menyiapkan pengemudi cadangan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.
Halaman Selanjutnya
Selain memperkuat distribusi, Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Provinsi Bali menyepakati pengaturan volume pengisian BBM maksimal 20 liter untuk kendaraan roda empat dan 3 liter untuk kendaraan roda dua.






