Minggu, 4 Oktober 2026 – 07:36 WIB
Jakarta, VIVA – Sejumlah wilayah Indonesia diguncang gempa bumi pada Minggu (4/10/2026) pagi. Dalam rentang waktu kurang dari satu jam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua gempa dengan kekuatan cukup besar yang terjadi di wilayah berbeda.
Gempa pertama terjadi di wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan magnitudo 6,1. Gempa tersebut tercatat pada pukul 05:55:52 WIB dan menjadi salah satu gempa terkuat yang dicatat BMKG pada pagi hari ini.
Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa berada di koordinat 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur. Lokasinya berada sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, NTT.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer. Meski berkekuatan 6,1, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Sekitar 40 menit kemudian, gempa kembali mengguncang wilayah Indonesia, kali ini terjadi di Aceh Jaya, Aceh. Gempa awal tercatat memiliki magnitudo 5,9 dan terjadi pada pukul 06:37:31 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 4,56 Lintang Utara dan 94,97 Bujur Timur, atau sekitar 68 kilometer barat daya Calang, Aceh Jaya. Kedalaman gempa tercatat 26 kilometer.
BMKG juga menyatakan gempa di Aceh Jaya tersebut tidak berpotensi tsunami.
Namun, data gempa Aceh Jaya kemudian diperbarui BMKG. Dalam informasi terbaru, magnitudo gempa tercatat menjadi 5,8 dengan lokasi episentrum 4,54 Lintang Utara dan 95,01 Bujur Timur, atau sekitar 64 kilometer barat Calang.
Dua gempa tersebut terjadi di wilayah yang berbeda dan dalam waktu yang berdekatan. Gempa magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, NTT, pada pukul 05:55 WIB, sedangkan gempa di Aceh Jaya terjadi sekitar 40 menit kemudian dengan magnitudo awal 5,9.
Dengan kekuatan magnitudo 6,1, gempa di Sumba Barat Daya menjadi gempa dengan magnitudo lebih besar dibandingkan gempa yang terjadi di Aceh Jaya pada pagi yang sama.
Meski demikian, BMKG menyatakan kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat di wilayah terdampak tetap diimbau untuk tenang dan mengikuti informasi terbaru dari kanal resmi BMKG, terutama apabila terjadi gempa susulan atau pembaruan data terkait aktivitas seismik.
44.767 Rumah Rusak Diguncang Gempa NTT, Kepala BNPB Janji Bantuan Cair Bulan Ini
Puluhan ribu rumah warga di NTT masih butuh penanganan setelah diguncang gempa. Data BNPB per 27 September 2026 mencatat sebanyak 44.767 rumah rusak telah terverifikasi.
VIVA.co.id
2 Oktober 2026






