Sabtu, 7 November 2026 – 08:37 WIB
Lumajang, VIVA – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu dini hari, 7 November 2026. Aktivitas vulkanik tersebut disertai luncuran awan panas guguran (APG) sejauh 5,5 kilometer dari kawah puncak ke arah tenggara, tepatnya menuju Besuk Kobokan.
Erupsi terjadi pada pukul 00.11 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulisnya menyampaikan bahwa tinggi kolom letusan mencapai sekitar satu kilometer di atas puncak gunung.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebarannya condong ke selatan dan barat daya.
Erupsi tersebut berlangsung selama sekitar enam menit. Berdasarkan rekaman seismogram, aktivitas itu memiliki amplitudo maksimum mencapai 33 milimeter.
“Sebaran abu mengarah ke selatan-barat daya,” kata Sigit dalam laporan pengamatan tersebut.
Luncuran awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer ini menambah aktivitas vulkanik Semeru yang masih berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
Sehari Sebelumnya, Semeru Luncurkan Awan Panas 5 Kilometer
Sebelumnya, Gunung Semeru juga mengalami erupsi pada Jumat sore, 6 November 2026. Saat itu, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut meluncurkan awan panas guguran sejauh lima kilometer dari puncak ke arah Besuk Kobokan.
Meski terjadi aktivitas vulkanik berupa erupsi dan luncuran awan panas, kondisi tersebut dilaporkan belum memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan masyarakat di kawasan lereng Semeru.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan aktivitas warga masih berjalan normal. Menurut dia, tidak ada dampak langsung yang dirasakan masyarakat akibat erupsi dan awan panas guguran tersebut.
“Aktivitas warga berjalan lancar dan tidak ada dampak yang terjadi akibat erupsi disertai APG Semeru karena zona merah rawan bencana erupsi sudah steril dari aktivitas masyarakat,” tuturnya.
Meski demikian, BPBD Lumajang meminta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Semeru untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya erupsi susulan.
Tim Reaksi Cepat BPBD bersama aparat TNI dan Polri juga disiagakan di Pos Pantau Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
Halaman Selanjutnya
Status Semeru Siaga Level III, Ini Radius Kawasan Terlarang






