
loading…
Para ulama menyebut bahwa Islam adalah agama nasihat, sedikitnya ada 8 dalil hadis Nabi SAW yang menjelaskannya. Foto ilustrasi/ist
Seorang Muslim tidak hanya dituntut menerima nasihat dengan lapang dada, tetapi juga memiliki tanggung jawab menasihati saudaranya dengan cara yang bijaksana dan penuh kasih sayang.
Prinsip saling menasihati menjadi salah satu fondasi kehidupan seorang Mukmin. Melalui nasihat yang disampaikan dengan ikhlas, seseorang dapat terhindar dari kesalahan, memperbaiki diri, sekaligus menguatkan saudaranya agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT.
Landasan mengenai pentingnya saling menasihati ditegaskan Allah SWT dalam Surah Al-‘Ashr:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS Al-‘Ashr: 1-3).
Baca juga: Pengin Selamat Dunia Akhirat? Simak 11 Nasihat Ulama Ini Khusus untuk Muslimah
Ayat tersebut menunjukkan bahwa keselamatan seorang hamba tidak hanya ditentukan oleh keimanan dan amal saleh, tetapi juga oleh kepeduliannya untuk mengajak orang lain kepada kebenaran dan kesabaran.
Delapan Dalil tentang Keutamaan Memberi Nasihat
1. Agama adalah Nasihat
Dalil paling masyhur berasal dari hadis riwayat Muslim. Dari Tamim Ad-Dari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
“Agama adalah nasihat.”
Para sahabat bertanya, “Untuk siapa?”
Beliau menjawab:
“Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin dan seluruh kaum Muslimin.” (HR Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa nasihat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam.
2. Menunjukkan Kebaikan Bernilai Pahala
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa orang yang mengajak kepada kebaikan akan memperoleh pahala seperti orang yang mengamalkannya.
Dari Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda:






