Sabtu, 1 Agustus 2026 – 16:49 WIB
Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak keluarga besar Forum Betawi Rempug (FBR) ikut menjaga Kota Jakarta agar tetap aman dan kondusif. Ia menilai pelestarian budaya Betawi dan menjaga kondusivitas Jakarta menjadi bagian penting dalam perjalanan kota menuju usia lima abad.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri Milad ke-25 FBR di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Agustus 2026.
“Jakarta sebagai kota global, enggak ada gunanya hanya membangun fisik. Kalau membangun fisik itu yang menikmati juga bukan terutama yang grassroot ini. Tetapi rasa memiliki anak-anak Betawi ini kepada kotanya, kepada pemerintahnya, kepada organisasinya, kepada kita semua harus terus dijaga,” ucap Pramono.
Pramono juga menilai FBR merupakan organisasi masyarakat akar rumput yang memiliki peran besar dalam menjaga Jakarta.
“Saya bersyukur hari ini hadir Milad FBR ke-25. Ini adalah organisasi akar rumput yang besar di Jakarta. Ini adalah organisasi yang solid,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk terus menguatkan identitas Betawi di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global. Menurutnya, berbagai kegiatan kebudayaan Betawi kini terus dihidupkan di lingkungan Balai Kota maupun ruang-ruang publik.
Ia mencontohkan penggunaan pakaian adat Betawi dalam pelantikan pejabat setiap Rabu di Balai Kota, penyajian bir pletok dan dodol sebagai jamuan tamu, hingga penyelenggaraan Lebaran Betawi dan haul ulama Betawi.
“Bahkan saya menggagas haul bagi ulama dan habaib Betawi. Yang kemarin di Monas dihadiri 25 ribu lebih. Potong kebo, andilan potong kebo, dan sebagainya,” ucapnya.
Pramono juga menyampaikan salah satu gagasan yang akan diwujudkan menjelang peringatan 500 tahun Jakarta, yakni gerakan 500 kali khataman Al-Qur’an yang melibatkan masyarakat.
“Ini rakyat biasa yang membaca, yang mengkhatamkan. Kenapa itu? Karena itu bagian doa untuk Jakarta,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum FBR Lutfi Hakim mengingatkan seluruh anggotanya agar bijak menggunakan media sosial. Ia meminta setiap informasi yang beredar tidak langsung disebarkan sebelum dipastikan kebenarannya.
“Saya berpesan kepada seluruh anggota FBR terkait berita-berita di media sosial, apa pun itu, tanpa dicrosscheck jangan disebarkan. Antisipasi agar kita cerdas dan bijak dalam bermedia sosial. Karena pada akhirnya yang rugi adalah kita sendiri,” kata Lutfi.
Halaman Selanjutnya
Lutfi juga mengajak seluruh anggota FBR menjaga Jakarta agar tetap aman dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin membuat situasi menjadi tidak kondusif. Ia menyinggung kerusuhan yang pernah terjadi dan menyebabkan fasilitas publik rusak.






