Rabu, 26 Agustus 2026 – 16:12 WIB
VIVA – Islam Makhachev belum menunjukkan tanda-tanda ingin berhenti setelah mencatat sejarah baru di UFC. Kemenangan atas Ian Machado Garry pada UFC 330 membuat petarung asal Rusia itu resmi menorehkan 18 kemenangan beruntun di ajang UFC, sekaligus melewati rekor legendaris Anderson Silva.
Pencapaian tersebut menempatkan Makhachev dalam posisi istimewa. Rekor 18 kemenangan beruntun bukan sekadar tambahan dalam daftar statistik, melainkan bukti konsistensi yang membawanya melewati salah satu pencapaian paling sulit disentuh dalam sejarah UFC.
Namun, Makhachev ternyata belum puas. Setelah melewati rekor Silva, mantan juara kelas ringan itu justru mulai memikirkan pencapaian besar berikutnya. Ia bahkan mengakui masih belum menentukan rekor mana yang akan menjadi target selanjutnya.
“Tidak ada rekor yang tak bisa dipecahkan,” kata Makhachev dikutip media Rusia Ushatayka.
Makhachev menyadari sejumlah rekor besar UFC masih berada di luar jangkauannya untuk saat ini. Salah satunya adalah catatan kemenangan dalam pertarungan perebutan gelar milik Jon Jones yang mencapai 16 kemenangan.
Catatan lain yang juga menarik perhatiannya adalah rekor Anderson Silva dalam hal kemenangan melalui penyelesaian pada pertarungan gelar. Silva tercatat memiliki sembilan kemenangan lewat finish dalam laga perebutan atau mempertahankan sabuk.
Masalahnya, mengejar rekor-rekor tersebut membutuhkan perjalanan panjang. Makhachev sendiri harus menjalani cukup banyak pertarungan sebelum mendapatkan kesempatan pertama merebut sabuk UFC, berbeda dengan Jones yang relatif lebih cepat mendapatkan peluang tersebut.
Karena itu, target utama Makhachev sekarang bukan sekadar mengejar angka dalam buku rekor. Fokus petarung berusia 34 tahun itu adalah mempertahankan dominasinya setelah naik ke kelas welterweight.
Perpindahan tersebut membuat tantangan Makhachev berubah drastis. Setelah mendominasi kelas ringan dan mengumpulkan sejumlah kemenangan penting, ia kini harus menghadapi petarung dengan ukuran tubuh dan kekuatan fisik yang lebih besar di kelas 170 pon.
Dua pertarungan pertamanya di kelas welter juga belum berakhir dengan kemenangan melalui finish. Artinya, jika ingin mengejar rekor penyelesaian pertarungan gelar milik Silva, Makhachev masih memiliki pekerjaan besar.
Meski begitu, Makhachev tidak kekurangan calon lawan. Ia menyebut ada beberapa penantang kuat yang sudah menunggu di kelas welterweight dan melihat setidaknya tiga pertarungan besar sebagai tantangan berikutnya.
Halaman Selanjutnya
“Setidaknya ada tiga pertarungan yang sangat seru sekaligus sulit yang menanti,” ujar Makhachev.






