Nasional

Prabowo Terima Usulan BNPB Pembangunan Gudang Logistik di Tiap Daerah

×

Prabowo Terima Usulan BNPB Pembangunan Gudang Logistik di Tiap Daerah

Sebarkan artikel ini


Rabu, 26 Agustus 2026 – 15:04 WIB

Kabupaten Nagekeo, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menerima masukan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto agar setiap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memiliki gudang logistik dan stok bantuan yang siap digunakan saat terjadi bencana.


img_title


Purbaya Pastikan Siap Gelontorkan Uang Berapapun Buat Tangani Karhutla: Asal Jangan di-Mark Up

Masukan tersebut disampaikan Suharyanto saat rapat koordinasi penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dipimpin Presiden Prabowo di posko pengungsian di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Rabu, 26 Agustus 2026.

Suharyanto mengatakan ketersediaan logistik di daerah menjadi persoalan saat bencana gempa terjadi.


img_title


BNPB Pastikan Listrik di NTT Pulih 100% dan Pasokan BBM Lancar

Menurut dia, gudang-gudang logistik BPBD di sejumlah daerah masih kosong sehingga pemerintah daerah kesulitan memberikan bantuan awal kepada masyarakat terdampak.

“Ketika terjadi bencana kemarin, daerah ini tidak bisa berbuat karena memang gudang-gudang logistik BPBD itu kosong,” kata Suharyanto.


img_title


BNPB Ungkap Banyak Warga NTT Mengungsi karena Takut Gempa Susulan

Dia mengatakan bantuan kemasyarakatan Presiden atau tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar untuk masing-masing delapan pemerintah kabupaten di NTT sangat membantu dalam menangani dampak bencana.

Namun, untuk penanganan bencana ke depan, Suharyanto menyarankan agar setiap kabupaten/kota memiliki stok logistik yang dapat langsung digunakan ketika bencana terjadi.

Menurut dia, BNPB sebagai alat pemerintah pusat memang dapat bergerak untuk memperkuat penanganan bencana. Namun, BNPB membutuhkan waktu untuk mendatangkan dan mendistribusikan logistik ke wilayah terdampak.

“BNPB adalah alat Bapak Presiden. Kami tidak punya hubungan komando dengan BPBD,” ujarnya.

Suharyanto menjelaskan pemerintah daerah seharusnya dapat memberikan bantuan dasar kepada masyarakat pada fase awal bencana, seperti makanan, selimut, tenda, dan matras, sebelum bantuan dari BNPB tiba.

Dia mengusulkan agar pemerintah provinsi memiliki gudang logistik sendiri, begitu pula pemerintah kabupaten/kota. Dengan demikian, bantuan awal dapat segera disalurkan kepada masyarakat terdampak.

“Ketika ada apa-apa di saat awal, itu sudah bisa memberikan bantuan,” katanya.

Menurut Suharyanto, kebutuhan untuk menyiapkan stok tersebut tidak harus besar. Dia mencontohkan anggaran sekitar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar untuk menyediakan kebutuhan dasar seperti sembako, selimut, tenda, dan matras.

Halaman Selanjutnya

“Begitu ada apa-apa masyarakat terdampak bisa diberikan bantuan duluan sebelum BNPB datang,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya





Source link