Kamis, 1 Oktober 2026 – 00:20 WIB
VIVA –Pesawat flydubai dengan nomor penerbangan FZ1073 yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv, Israel harus melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi menyusul dengan pertikaian berdarah antara pilot dan co-pilot pesawat tersebut.
Berdasarkan keterangan pejabat Israle, Rabu waktu setempat, co-pilot flydubai dilaporkan berusaha mencoba menjatuhkan pesawat setelah menikam pilot yang notabennya rekan kerjanya saat itu. Beruntungnya, para penumpang berhasil melumpuhkan co-pilot sementara sementara pilot lain yang berada di dalam pesawat kemudian mendaratkan pesawat dengan selamat di Arab Saudi.
Insiden ini mendapat perhatian dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dirinya menyebut kejadian tersebut sebagai insiden keamanan yang sangat serisu. Ia mengatakan, otoritas Arab Saudi akan memeriksa co-pilot pesawat flydubai yang membawa lebih dari 170 warga Israel.
Sementara itu, pihak maskapai flydubai melalui keterangan resminya mengatakan penyebab utama insiden tersebut masih belum diketahui dan meminta publik tidak terburu-buru membuat spekulasi. Hingga kini, penyebab perselisihan antara kedua pilot juga belum diketahui.
Netanyahu mengatakan co-pilot yang diidentifikasi oleh seorang pejabat Israel sebagai warga negara Oman telah ditangkap setelah pesawat mendarat. Kementerian Transportasi Israel menyatakan akan melakukan penyelidikan bersama dengan pihak pertahanan terkait insiden tersebut.
“Seluruh penumpang sudah berada dalam kondisi aman,” kata Netanyahu dalam pernyataan video yang dirilis kantornya, dikutip dari Reuters, Kamis (1/10/2026).
Ia juga memerintahkan peningkatan pengamanan terhadap seluruh maskapai, baik Israel maupun asing, yang terbang menuju Israel.
Setelah berada di darat selama sekitar delapan jam, para penumpang kemudian melanjutkan perjalanan dari Arab Saudi menuju Israel menggunakan pesawat pengganti milik flydubai.
Netanyahu yang mengutip keterangan seorang penumpang mengatakan bahwa sejumlah penumpang bersama salah satu awak pesawat masuk secara paksa ke dalam kokpit setelah pesawat mulai berputar dan menukik. Mereka kemudian melihat wakil pilot diduga berusaha merusak sistem pesawat.
“Mereka menyelamatkan banyak nyawa. Mereka mencegah terjadinya bencana besar,” kata Netanyahu.
Juru bicara Netanyahu kepada Reuters mengatakan pilot yang terluka dan tubuhnya berlumuran darah tergeletak di lantai kokpit. Pilot tersebut disebut sempat membuka kunci pintu kokpit dari dalam. Sementara itu, sepasang pilot lain yang berada di dalam pesawat dan memang dijadwalkan menggantikan pilot sebelumnya kemudian mengambil alih kendali dan mendaratkan pesawat.
Halaman Selanjutnya
Data penerbangan menunjukkan pesawat tiba-tiba turun dengan cepat sekitar 14.000 kaki dalam waktu kurang dari 30 detik. Penurunan tersebut terjadi sebelum sinyal darurat pertama dikirim pada Rabu pagi, berdasarkan data situs pelacakan penerbangan Flightradar24.






