Nasional

Perkuat Ekonomi Kawasan, Mendagri Dorong IMT-GT Jadi Platform Kerja Sama Konkret

×

Perkuat Ekonomi Kawasan, Mendagri Dorong IMT-GT Jadi Platform Kerja Sama Konkret

Sebarkan artikel ini


Kamis, 10 September 2026 – 09:14 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) tidak berhenti sebagai forum dialog, tetapi berkembang menjadi platform yang menghasilkan program dan proyek konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di ketiga negara.


img_title


Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan, Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution

Pesan tersebut disampaikan Mendagri saat memberikan sambutan pada Gala Dinner Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott, Kota Medan, Sumatera Utara, dikutip Kamis, 10 September 2026.

Menurutnya, tantangan IMT-GT bukan sekadar mempertahankan pertemuan antarpemerintah, melainkan memastikan berbagai gagasan dapat diwujudkan menjadi kerja sama nyata. “Pertanyaannya adalah bagaimana kita mewujudkannya? Bagaimana kita mengubah visi menjadi kenyataan? Inilah persoalan yang sebenarnya,” tegasnya.


img_title


Buka Rakor Gubernur se-Sumatera, Mendagri Ungkap Strategi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Ia menilai, pemerintah pusat dan daerah dapat mengambil peran lebih besar dengan membangun berbagai bentuk kolaborasi. Kolaborasi tersebut termasuk kerja sama antardaerah melalui konsep kota kembar atau provinsi kembar dengan wilayah di Malaysia dan Thailand.

Mendagri juga menyoroti besarnya potensi ekonomi kawasan, khususnya antara Malaysia, Thailand, dan Pulau Sumatera. Menurutnya, jumlah penduduk, sumber daya alam, tenaga kerja produktif, serta komoditas unggulan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing kawasan.


img_title


Survei BI Ungkap Keyakinan Konsumen ke Kondisi Ekonomi Naik pada Agustus 2026

Salah satu potensi tersebut ialah komoditas karet. Malaysia dan Thailand memiliki sejarah panjang sebagai negara penghasil karet, sementara Sumatera juga memiliki tradisi produksi komoditas tersebut. Ia mendorong agar potensi itu dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga produk bernilai tambah.

Selain karet, Sumatera memiliki berbagai sumber daya alam, seperti minyak dan gas bumi, emas, serta potensi pertanian dan perkebunan. Pulau tersebut juga memiliki sekitar 63 juta penduduk, yang didominasi oleh usia produktif.

Menurutnya, potensi ekonomi dan demografi tersebut semakin strategis karena posisi geografis Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand. Kondisi ini dapat menjadi fondasi untuk memperkuat perdagangan, investasi, konektivitas, pariwisata, dan kerja sama ekonomi lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan antarpemerintah daerah untuk menerjemahkan kerja sama regional IMT-GT ke dalam program yang lebih konkret dan dekat dengan masyarakat. Ia mendorong para gubernur, wakil gubernur, dan pemimpin daerah dari ketiga negara memanfaatkan forum tersebut untuk membangun komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya

“Jadi, ini bisa menjadi wadah yang baik bagi Anda untuk saling mengenal, meskipun mungkin hanya untuk satu atau dua hari. Setidaknya, Anda mendapatkan teman baru,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya





Source link