Nasional

Pernah Dengar Senam Zapin? Rutin Lakukan 30 Menit, Bisa Bantu Jaga Kebugaran dan Berat Badan

×

Pernah Dengar Senam Zapin? Rutin Lakukan 30 Menit, Bisa Bantu Jaga Kebugaran dan Berat Badan

Sebarkan artikel ini


Rabu, 26 Agustus 2026 – 01:01 WIB

VIVA – Senam identik dengan gerakan aerobik yang dilakukan mengikuti irama musik. Namun, ada jenis senam yang sekaligus membawa unsur budaya Melayu dalam setiap langkahnya, yakni Senam Zapin.


img_title


Waspadai Produk Obat Abal-abal, BPOM Ingatkan Penanganan Obesitas Tak Bisa Instan

Berbeda dari senam aerobik pada umumnya, Senam Zapin mengadaptasi gerakan tari tradisional Melayu yang memiliki pengaruh budaya Arab. Gerakannya didominasi langkah kaki yang ritmis dan teratur, dipadukan dengan koordinasi tangan serta iringan musik Melayu.

Instruktur senam, Gian Natasya, menjelaskan bahwa istilah Zapin memang berkaitan erat dengan karakter gerakan tersebut.


img_title


1/4 Orang Dewasa Indonesia Alami Obesitas yang Ternyata Penyakit Kronis, Dokter: Bukan Sekadar Kebanyakan Makan!

“Nama Zapin umumnya merujuk pada seni tari tradisional Melayu yang memiliki pengaruh budaya Arab. Ciri khasnya adalah gerakan langkah kaki yang ritmis, teratur, dan mengikuti irama musik. Karena itu, ketika istilah Zapin digunakan dalam senam, nama tersebut dapat menggambarkan karakter gerakannya yang banyak menggunakan pola langkah dan ritme,” ujar Gian dalam keterangannya, dikutip Rabu 26 Agustus 2026.

Karakter gerakan itu membuat Senam Zapin tidak hanya menjadi aktivitas untuk meningkatkan kebugaran, tetapi juga dapat memberikan stimulus pada otot tungkai dan kemampuan tubuh dalam menjaga keseimbangan.


img_title


Bahlil Pangkas Harga Acuan Batu Bara Jadi US$124,44 Per Ton, Catat Rinciannya

“Betul. Gerakan langkah yang dilakukan berulang dan terkontrol dapat melatih otot tungkai, terutama paha dan betis, sekaligus melatih koordinasi antara kaki, tubuh, dan irama,” bebernya.

“Gerakan berpindah arah, mengatur pijakan, dan mempertahankan posisi tubuh juga memberikan stimulus terhadap keseimbangan dan koordinasi. Ini menjadi salah satu nilai positif dari senam yang berbasis langkah seperti Zapin,” lanjutnya.

Meski demikian, Gian mengingatkan bahwa melatih otot tidak sama dengan meningkatkan kekuatan otot secara optimal. Terlebih bagi kelompok lanjut usia, latihan tambahan tetap diperlukan apabila targetnya adalah meningkatkan kekuatan tubuh.

“Namun, perlu dibedakan antara melatih dan menguatkan secara optimal. Kalau tujuan utamanya meningkatkan kekuatan otot, terutama pada lansia, senam Zapin sebaiknya dilengkapi latihan kekuatan sederhana seperti sit-to-stand, latihan tungkai, atau latihan dengan beban ringan,” tukasnya.

Hal ini sejalan dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam sepekan. Untuk lansia dengan mobilitas yang kurang baik, aktivitas yang melatih keseimbangan juga dianjurkan untuk membantu mencegah risiko jatuh.

Halaman Selanjutnya

30-60 Menit dan Tak Perlu Terpaku Jumlah Kalori

Halaman Selanjutnya





Source link