Senin, 7 September 2026 – 04:40 WIB
VIVA –Pernahkah kamu menyadari Ketika memasuki usia 45 tahun perubahan fisik mulai terasa. Salah satunya adalah kenaikan berat badan.
Lantas apa yang menyebabkan berat badan naik di usia tersebut? Konsultan endokrinologi dari Ng Teng Fong General Hospital, Dr. Chan Soo Ling menyebut salah satu penyebab berat badan naik di usia tersebut adalah berkurangnya masa otot.
“Ketika seseorang memasuki usia paruh baya (45-65 tahun), yang terjadi adalah berkurangnya massa otot akibat proses penuaan. Setelah usia 30 tahun, seseorang kehilangan sekitar 3-5 persen massa otot, dan kondisi ini terus berulang setiap dekade,” jelasnya dikutip dari laman nuhsplus.edu.sg, Senin 7 September 2026.
Sebagai mana diketahui, otot bukan hanya penting untuk melakukan olahraga berat atau mengangkat beban. Massa otot juga memengaruhi kekuatan, energi, kemampuan bergerak, dan kesehatan secara keseluruhan.
Dr Chan mengatakan, berkurangnya massa otot dapat membuat tubuh lebih rentan, meningkatkan risiko jatuh, serta menyebabkan penurunan signifikan pada laju metabolisme basal atau basal metabolic rate (BMR).
BMR merupakan jumlah energi yang digunakan tubuh saat beristirahat untuk menjalankan fungsi dasar yang menjaga tubuh tetap hidup, seperti bernapas. Rata-rata, BMR menyumbang sekitar 70 persen dari total pengeluaran energi tubuh.
“Jadi, jangan menganggap penurunan 3-5 persen itu sebagai sesuatu yang sepele karena dampaknya terhadap tubuh sebenarnya cukup besar. Oleh karena itu, banyak orang yang memasuki usia paruh baya mengatakan, ‘Saya makan makanan yang sama dan melakukan aktivitas yang sama, tetapi mengapa berat badan saya terus bertambah?’ Itu karena tubuh Anda sudah berubah… Anda membakar lebih sedikit kalori setiap hari,” kata Dr Chan.
Kondisi ini semakin diperparah dengan banyaknya pilihan makanan dan diskon makanan yang ditawarkan termasuk di aplikasi online.
“Kita memiliki terlalu banyak makanan dengan terlalu banyak pilihan. Usia paruh baya juga merupakan masa ketika banyak orang sedang sibuk-sibuknya karena berada di puncak kehidupan mereka… Mereka mampu membeli lebih banyak makanan sehingga akhirnya makan, makan, dan terus makan,” jelasnya.
Halaman Selanjutnya
Tingkat stres yang tinggi dan kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko obesitas.






