Nasional

Produksi Beras Naik, 57 Juta Orang Terima Makan Bergizi Gratis

×

Produksi Beras Naik, 57 Juta Orang Terima Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini


Minggu, 18 Oktober 2026 – 15:10 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia dua tahun pada 20 Oktober 2026. Selama periode tersebut, pemerintah menjalankan sejumlah program prioritas di sektor pangan, energi, pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga pengentasan kemiskinan.


img_title


Andi Gani Bilang KBPBI Tak Akan Gelar Demo 20 Oktober

Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menghimpun berbagai capaian kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk disampaikan kepada masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari keterbukaan informasi sekaligus sarana bagi masyarakat untuk mengetahui perkembangan program pemerintah dan memberikan masukan terhadap kebijakan yang dijalankan.

Dalam dua tahun pertama pemerintahan, sejumlah program mencatatkan perkembangan, mulai dari peningkatan produksi beras nasional, perluasan layanan kesehatan, revitalisasi sekolah, hingga pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


img_title


BGN Sebut MBG Prasmanan Bisa Kurangi Limbah Makanan: Tingkat Konsumsi Siswa Lebih Tinggi

Produksi Beras dan Kemandirian Energi Jadi Perhatian

Di sektor pangan, produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan 2024. Pemerintah juga tidak melakukan impor beras umum untuk konsumsi sepanjang 2025. Pada akhir tahun tersebut, cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog mencapai 3,248 juta ton.


img_title


Dongkrak Daya Saing dan Perluas Pasar Ekspor, Pemerintah Pacu Hilirisasi Perkebunan Kopi

Untuk 2026, produksi beras diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, melampaui perkiraan kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton. Pemerintah turut menyederhanakan tata kelola pupuk bersubsidi dengan memangkas 145 regulasi dan menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen.

Sementara itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih mencapai 100 lokasi pada 2025, dengan 65 lokasi telah memasuki uji coba operasional. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan di 1.386 lokasi hingga akhir tahun.

Di sektor energi, realisasi lifting minyak bumi, termasuk Natural Gas Liquid (NGL), pada 2025 kembali memenuhi target APBN untuk pertama kalinya sejak 2016.

Penggunaan biodiesel B40 sepanjang 2025 juga dilaporkan menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp130,21 triliun. Pada Juli 2026, pemerintah meluncurkan mandatori biodiesel B50 dengan perkiraan penghematan devisa hingga Rp170 triliun dan target menghentikan impor solar.

Pemerintah juga meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) pada 25 Agustus 2026. Program tersebut diawali dengan 14 proyek berkapasitas total 5.216 megawatt peak (MWp), dengan target pembangunan kapasitas nasional sebesar 100 GWp dalam tiga tahun.

Pendidikan dan Makan Bergizi Gratis Menjangkau Jutaan Penerima

Halaman Selanjutnya

Di bidang pendidikan, sebanyak 16.167 sekolah telah direvitalisasi pada 2025 menggunakan anggaran Rp16,9 triliun, melampaui target awal 10.440 sekolah. Pada 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi 51.744 sekolah dengan pelaksanaan ditargetkan selesai pada akhir tahun.

Halaman Selanjutnya





Source link