Kamis, 8 Oktober 2026 – 16:11 WIB
Jakarta, VIVA – Kehadiran industri minyak dan gas bumi (migas) di suatu wilayah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas operasional dan produksi energi. Pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi juga menjadi bagian penting untuk menciptakan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pendekatan pemberdayaan masyarakat kini diarahkan tidak sekadar menghadirkan berbagai program, tetapi juga menggali dan mengembangkan potensi lokal agar masyarakat mampu membangun kemandirian sosial, ekonomi, sekaligus lingkungan.
Prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya PT Pertamina EP dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa Pertamina EP Pinto Budi Bowo Laksono mengatakan program pemberdayaan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Kami ingin setiap program tidak berhenti pada kegiatan, tapi mampu membangun kapasitas, kemandirian, dan keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” kata Pinto dalam keterangannya, Kamis, 8 Oktober 2026.
Pemberdayaan Tak Berhenti pada Program
Menurut Pinto, salah satu ukuran keberhasilan pemberdayaan masyarakat adalah kemampuan warga untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan manfaat yang telah dibangun melalui program bersama.
Karena itu, kolaborasi dengan kelompok masyarakat dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan kegiatan yang dijalankan memberikan nilai tambah sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasi migas.
“Karena itu kolaborasi bersama kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting, untuk memastikan program dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan di sekitar wilayah operasi,” ujarnya.
Potensi Pertanian Dikembangkan Jadi Sumber Kemandirian
Salah satu bentuk pemberdayaan dilakukan melalui pengembangan sektor pertanian dan pangan di wilayah Jatibarang Field.
Melalui program Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan (Jari Tangan), masyarakat didorong mengembangkan budidaya hortikultura secara berkelanjutan.
Program tersebut juga mengembangkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Dengan demikian, kegiatan pemberdayaan tidak hanya berfokus pada hasil produksi pertanian, tetapi juga pada pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Halaman Selanjutnya
“Pendekatan tersebut dilakukan dengan melibatkan kelompok masyarakat sehingga manfaat program tidak hanya berasal dari hasil produksi, tetapi juga dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan,” kata Pinto.






