Nasional

Sudah Kurangi Gorengan tapi Kolesterol Tetap Tinggi? Ini Penyebabnya

×

Sudah Kurangi Gorengan tapi Kolesterol Tetap Tinggi? Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini


Kamis, 3 September 2026 – 04:50 WIB

VIVA –Di Indonesia, masyarakat dengan kolesterol bisa dibilang cukup tinggi, yaitu mencapai 28 persen. Lebih mengejutkan lagi, ternyata 7,9 persen orang di dunia meninggal akibat penyakit ini. Jika terlambat diatasi, kolesterol tinggi memang akan membahayakan kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian. 


img_title


Merasa Sehat di Usia 40? Waspadai Deretan Penyakit yang Bisa Muncul Tanpa Gejala

Kolesterol yang dibiarkan tidak terkendali lama-kelamaan dapat menyumbat pembuluh darah, yang pada akhirnya bisa menyebabkan penyakit stroke, aterosklerosis, angina, dan serangan jantung. 

Ada empat hal utama yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol, yaitu rutin berolahraga, menjaga pola makan, berhenti merokok dan mempertahankan berat badan yang sehat


img_title


Bukan Cuma Sering Makan Gorengan, 7 Kebiasaan Sehari-hari Ini Diam-diam Bisa Bikin Kolesterol Naik

Meski perubahan gaya hidup tersebut sangat penting untuk membantu mengendalikan kolesterol tinggi, cara ini tidak selalu cukup bagi semua orang. Ada pula beberapa faktor lain yang mungkin tidak disadari dan justru membuat upaya menurunkan kolesterol menjadi kurang efektif.

Penyebab Kolesterol Tinggi yang Sering Tidak Disadari


img_title


Kolesterol Tinggi Bisa Dialami Tanpa Gejala, Pria 40 Tahun ke Atas Wajib Perhatikan 5 Tanda Ini

Jika Anda sudah berusaha melakukan berbagai cara untuk menurunkan kolesterol, tetapi hasil pemeriksaan masih menunjukkan angka yang tinggi, Anda tidak sendirian. Berikut sejumlah penyebab yang mungkin membuat kadar kolesterol tetap tinggi seperti dikutip dari laman everydayhealth, Kamis 3 September 2026.

1. Faktor genetik

Jika seseorang sudah menerapkan gaya hidup yang relatif sehat tetapi kadar kolesterolnya tetap tinggi, bisa jadi faktor genetik turut berperan.

“Jika seseorang memiliki gaya hidup yang relatif sehat tetapi kadar kolesterolnya tetap tinggi, terutama jika kadar LDL lebih dari 160, kemungkinan ada faktor genetik yang menyebabkan kolesterol tinggi,” ujar ahli jantung sekaligus direktur digital therapeutics di Smidt Heart Institute, Cedars-Sinai, Los Angeles, Raj Khandwalla, MD.

Salah satu kondisi yang berkaitan dengan faktor genetik adalah familial hypercholesterolemia (FH). Kondisi yang diturunkan dalam keluarga ini menyebabkan kolesterol menumpuk di dalam aliran darah.

Setelah seseorang didiagnosis mengalami kolesterol tinggi, dokter mungkin meresepkan statin. Obat ini bekerja dengan menghambat zat tertentu yang digunakan tubuh untuk memproduksi kolesterol.

“Statin membantu menurunkan kadar LDL sehingga dapat mengurangi risiko stroke atau kematian akibat serangan jantung,” kata Khandwalla.

Halaman Selanjutnya

Pada orang dengan FH, terapi statin juga diketahui dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung secara signifikan.

Halaman Selanjutnya





Source link