Nasional

Challenge Surat Al-Qur’an di Booth Miras Bikin Geger, Newport Akhirnya Minta Maaf

×

Challenge Surat Al-Qur’an di Booth Miras Bikin Geger, Newport Akhirnya Minta Maaf

Sebarkan artikel ini


Rabu, 12 Agustus 2026 – 07:05 WIB

VIVA – Brand minuman keras Newport akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait viralnya video challenge hafalan Surat Al-Quran di booth mereka dalam gelaran The Sounds Project.


img_title


Masih Ingat Bowo Alpenliebe? Dulu Viral Sebagai ‘Raja TikTok’, Kini Jualan Donat dan Sudah Jadi Ayah

Video tersebut sebelumnya viral di media sosial setelah memperlihatkan seorang perempuan membacakan Surat Ad-Dhuha di booth minuman beralkohol. Aktivitas itu menjadi sorotan karena hafalan surat Al-Qur’an tersebut dikaitkan dengan pemberian minuman keras.

Melalui pernyataan resmi tertanggal 11 Agustus 2026, manajemen menyampaikan permohonan maaf kepada umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia.


img_title


Kronologi Challenge Surat Al-Qur’an di Booth Brand Miras Viral, MC Ungkap Kejadian Spontan hingga Polisi Ikut Selidiki

“Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (09/08), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi,” kata Handoko Sasongko selaku Direktur, sebagaimana dikutip dari keterangannya yang diunggah Instagram @lambe_turah, Rabu, 13 Agustus 2026.

Dalam klarifikasinya, Handoko juga menegaskan bahwa aktivitas tersebut bukan bagian dari program atau konsep promosi yang telah direncanakan. “Aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi,” jelasnya. 


img_title


Viral Challenge Hafalan Al-Qur’an di Booth Miras, The Sounds Project Ambil 3 Langkah Tegas!

Meski menyebut kejadian tersebut spontan, manajemen mengakui adanya kelemahan dalam pengawasan di lapangan. Hal itu berkaitan dengan situasi ketika pengunjung dapat mengambil alih mikrofon yang digunakan oleh MC.

“Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi.”

Pihak manajemen juga menegaskan penghormatan terhadap nilai agama dan sensitivitas masyarakat menjadi perhatian dalam kegiatan mereka. Sebagai tindak lanjut, perusahaan menyatakan telah melakukan evaluasi internal dan mengambil tindakan terhadap personel terkait. 

Arahan serta prosedur kepada tim dan mitra yang terlibat dalam kegiatan di lapangan juga diperkuat. Manajemen juga berencana memperketat standar operasional untuk kegiatan di lapangan. Hal tersebut menjadi salah satu evaluasi setelah video challenge hafalan Surat Ad-Dhuha tersebut viral.

Halaman Selanjutnya

“Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional (strict guidelines) secara lebih ketat, dengan menempatkan aspek kehormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai landasan.”

Halaman Selanjutnya





Source link