Nasional

Saya Nggak Bisa Diolah oleh Mereka

×

Saya Nggak Bisa Diolah oleh Mereka

Sebarkan artikel ini


Selasa, 3 November 2026 – 05:10 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memerintahkan jajarannya menghentikan pengiriman ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia melalui negara perantara.


img_title


Maunya Bahlil Ekspor Sumber Daya Alam RI Tak Lewat Negara Perantara: Indonesia Tidak Bisa Diatur

Bahlil secara tegas meminta agar seluruh komoditas dikirim langsung dari Indonesia ke negara tujuan.

“Tidak boleh lagi SDA kita sekarang ESDM, kalau kirim barang ke China, ya dari Jakarta langsung ke China, tidak boleh dari Jakarta mampir ke negara ‘yang itu’. Hanya stample kemudian dia bilang ini ekspor dari negara dia. Dari mana barang kau!” Tegas Bahlil dalam Minerba Convex 2026 di Jakarta, Senin (2/11/2026).


img_title


Bahlil Kejar PNBP Minerba 2026 Tembus Rp165 Triliun, Tapi Ingatkan Jangan Seperti Orang Kelaparan!

Dia menegaskan, kebijakan tersebut juga harus segera diterapkan oleh jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) di Kementerian ESDM.

Bahlil mengaku telah memberikan instruksi kepada sejumlah pejabat terkait, termasuk di sektor minyak dan gas bumi.


img_title


Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik, Bahlil Tegaskan Kebutuhan Domestik Jadi Prioritas: Kita Masih Butuh

“Langsung saja, sudah lama barang kita diolah begini terus, saya nggak bisa diolah olah mereka, nggak bisa, saya sudah perintahkan Dirjen Migas dan Kepala SKK Migas,” imbuhnya.

Larangan keras Bahlil soal pengiriman melalui negara perantara tersebut tidak hanya berlaku untuk komoditas pertambangan.

Ia juga ekspor gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) agar langsung saja dikirim ke negara tujuan. Selama ini, pengiriman LNG Indonesia antara lain ditujukan ke Jepang dan Korea.

Bahlil menegaskan, ekspor komoditas tersebut dilakukan langsung ke negara pembeli tanpa harus melewati negara lain.

Menurut dia, praktik transit justru memberikan keuntungan ekonomi kepada negara yang menjadi perantara.

“Langsung saja, kenapa harus pakai negara lain. mereka dapat pajak, mereka dapat neraca perdagangan. Baru ada bencana sedikit saja sudah gopoh-gopoh kayak apa aja. jangan kirim lagi kesana. Indonesia berdaulat jangan diatur-atur,” tegas Bahlil.

Dia juga menekankan bahwa Indonesia memiliki kedaulatan dalam menentukan kebijakan perdagangan dan pengelolaan sumber daya alamnya.

“Indonesia ini negara berdaulat, bukan negara yang bisa diatur-atur oleh siapa pun. Nggak boleh!”

Meski tidak menyebutkan secara spesifik negara yang dimaksud sebagai tempat transit, Bahlil mengisyaratkan bahwa negara tersebut sudah diketahui oleh para peserta yang hadir dalam acara Minerba Convex 2026.

Halaman Selanjutnya

Dia juga memperkirakan pertanyaan mengenai identitas negara perantara akan muncul dari kalangan wartawan yang meliput kegiatan tersebut.

Halaman Selanjutnya





Source link